22 Tahun Lulus, Alumni SMAN 9 Cirebon Tetap Rutin Gelar Baksos untuk Anak Yatim

22 Tahun Lulus, Alumni SMAN 9 Cirebon Tetap Rutin Gelar Baksos untuk Anak Yatim

Cirebon – Ikatan Alumni angkatan lima (Alim) SMA Negeri 9 Cirebon menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim piatu di Yayasan Peduli Doa Ibu yang berada di Sendang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari agenda rutin para alumni yang telah terjalin sejak mereka lulus dari bangku SMA sekitar 22 tahun lalu. Dalam kegiatan tersebut, para alumni menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan sembako kepada anak-anak yatim yang berada di bawah binaan yayasan.

Koordinator Alim SMA Negeri 9 Cirebon, Nurdiani, mengatakan bantuan yang disalurkan berasal dari donasi para alumni yang dikumpulkan saat kegiatan buka puasa bersama serta tambahan sumbangan dari anggota lainnya secara daring.

“Selain bantuan dana, kami juga memberikan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng dan telur ayam yang disalurkan melalui yayasan ini,” ujar Nurdiani yang akrab disapa Dian.

Menurut Dian, kegiatan santunan ini sudah menjadi tradisi yang terus dijaga oleh para alumni sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kami sudah rutin menyelenggarakan baksos ini yang seluruhnya merupakan swadaya dari teman-teman SMA,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu secara materi, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antaralumni yang hingga kini masih aktif menjaga kebersamaan.

Bagi para alumni, berbagi dengan anak yatim di bulan Ramadan juga menjadi cara untuk menumbuhkan nilai empati serta rasa syukur atas rezeki yang dimiliki.

Sementara itu, pengurus Yayasan Peduli Doa Ibu yang menerima langsung santunan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para alumni SMA Negeri 9 Cirebon atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak asuhnya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat berarti bagi anak-anak yang berada dalam naungan yayasan tersebut.

“Ada 58 anak yatim dan piatu. Biasanya kami kumpulkan saat ada acara seperti ini saja karena mereka tidak tinggal atau tidur di sini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pihak yang peduli terhadap keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak yatim.

Dengan kegiatan santunan ini, para alumni berharap dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *