247 Wulan Health & Care Jadi Rujukan, Siti Farida Fokus Tingkatkan Program Lansia di Cirebon

247 Wulan Health & Care Jadi Rujukan, Siti Farida Fokus Tingkatkan Program Lansia di Cirebon

Cirebon,- Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kunjungan ke 247 Wulan Health & Care yang berlokasi di Jakarta. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung sistem dan pola layanan perawatan lansia yang diterapkan oleh lembaga tersebut.

247 Wulan Health & Care merupakan lembaga layanan kesehatan dan perawatan yang berdiri sejak 2015. Awalnya, lembaga ini dikenal dengan nama Rumah Lansia Sejahtera, sebelum kemudian melakukan rebranding pada 2016 dengan mengusung semangat dan filosofi baru menjadi 247 Wulan Health & Care.

Dalam kunjungannya, Siti Farida mengungkapkan nama 247 Wulan Health & Care memiliki makna filosofis yang kuat. Angka 247 menggambarkan komitmen pelayanan selama 24 jam penuh dalam tujuh hari, yang menurutnya mencerminkan dedikasi tinggi dalam memberikan layanan perawatan.

“Lembaga tersebut secara khusus berfokus pada layanan perawatan bagi warga usia lanjut atau yang disingkat Wulan. Dalam praktiknya, 247 Wulan Health & Care menjalankan dua program utama,” ujar Farida.

Program pertama adalah pelatihan perawatan lansia yang sekaligus diikuti dengan penyaluran tenaga perawat ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

Sementara program kedua berupa layanan panti lansia, dengan tenaga perawat yang berasal dari lulusan pelatihan internal lembaga tersebut. Selain itu, tersedia pula layanan panti lansia berbayar.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari studi pembelajaran bagi Pemerintah Kota Cirebon, khususnya dalam pengembangan layanan bagi lansia. Hal ini sejalan dengan program Cirebon Eman Ning Mimi, yang merupakan turunan dari program Jabar Nyaah ka Indung yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Saat ini, kata Farida, lansia menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah, di mana Puskesmas secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bagi lansia setiap dua minggu sekali.

“Banyak hal positif yang bisa kita pelajari di sini. Ke depan, tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Selain itu, Farida juga menyoroti peluang kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan. Ia menilai, program pelatihan hingga penyaluran tenaga kerja di sektor perawatan lansia dapat disinergikan dengan program Pemerintah Kota Cirebon.

“Pelatihannya berlangsung sekitar dua minggu, lalu peserta bisa langsung disalurkan untuk bekerja. Ke depan, akan kita lihat sektor apa saja yang bisa dikolaborasikan,” pungkasnya. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *