Universitas Paramadina Tambah Guru Besar, Dorong Transformasi Kesadaran Konsumen

Universitas Paramadina Tambah Guru Besar, Dorong Transformasi Kesadaran Konsumen

BisnisCirebon.com – Momen penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Kampus Universitas Paramadina di Cipayung, Jakarta, dalam prosesi pengukuhan Prof. Dr. Iin Mayasari, MM, M.Si sebagai Guru Besar. Acara yang digelar Kamis (26/6) ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Universitas Paramadina, sekaligus simbol keberhasilan institusi dalam membina dan melahirkan akademisi yang berdedikasi bagi masa depan intelektual bangsa.

Pengukuhan Prof. Iin turut dihadiri oleh civitas akademika, jajaran pimpinan yayasan, perwakilan LLDIKTI Wilayah III, dan para tokoh pendidikan nasional. Dalam suasana khidmat, acara ini mengukuhkan reputasi Universitas Paramadina sebagai kampus yang konsisten menjaga kualitas akademik dan terus berinovasi dalam pendidikan tinggi.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir, kampus berhasil mengukuhkan tiga Guru Besar dan sedang mendorong 14 Lektor Kepala untuk naik jabatan. Ia berharap kehadiran Prof. Iin dapat memperkuat atmosfer keilmuan dan membina calon akademisi masa depan yang kritis dan adaptif.

Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina, Hendro Martowardojo, memuji perjalanan akademik Prof. Iin dari Yogyakarta ke Jakarta sebagai gambaran mobilitas ilmuwan perempuan yang membawa semangat keparamadinaan — yakni nilai-nilai inklusivitas, humanisme, dan keilmuan yang progresif. “Prof. Iin mencerminkan semangat Paramadina yang berpihak pada nilai kemanusiaan dan kemajuan intelektual,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, SE, M.Ak, mengapresiasi capaian tersebut dan menekankan pentingnya peran Guru Besar dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di bidang sosial dan lingkungan. Menurutnya, Universitas Paramadina telah menjadi contoh praktik baik dalam pengembangan kapasitas akademik dosen di wilayah Jakarta.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Iin mengangkat isu relevan terkait transformasi etika konsumen di Indonesia, dan menyerukan pentingnya kesadaran sosial dalam perilaku konsumsi. Ia menekankan bahwa konsumen seharusnya tidak hanya menjadi penikmat hak, tetapi juga pihak yang bertanggung jawab secara moral terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Perilaku konsumsi adalah ekspresi dari pilihan etis seseorang. Konsumen yang sadar akan dampak sosial dari pilihannya adalah agen perubahan sosial,” tegas Prof. Iin.

Ia juga menyoroti tren negatif seperti gaya hidup konsumtif, flexing, dan konsumsi adiktif yang kini marak. Menurutnya, kesadaran konsumen harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, peran keluarga, dan media sosial. “Menjadi konsumen yang bertanggung jawab bukanlah soal daya beli, tapi soal keberanian mengambil keputusan yang benar,” imbuhnya.

Untuk memperkuat kontribusi akademik terhadap masyarakat, Prof. Iin mengusulkan penguatan kurikulum Universitas Paramadina yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan. Tujuannya adalah mencetak lulusan yang tak hanya cerdas secara ekonomi, tapi juga empatik secara sosial.

“Tanggung jawab sosial dimulai dari diri sendiri. Ini bukan beban, melainkan bentuk pertumbuhan pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” tutupnya dengan penuh makna.

Pengukuhan ini menjadi bukti nyata bahwa prestasi akademik adalah hasil kerja kolektif—melibatkan dukungan institusi, semangat komunitas akademik, dan dedikasi individu. Universitas Paramadina pun terus melangkah menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, relevan, dan berdampak luas bagi pembangunan bangsa.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *