KAI Daop 3 Cirebon Siapkan 74.988 Tempat Duduk untuk Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026

KAI Daop 3 Cirebon Siapkan 74.988 Tempat Duduk untuk Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Pada periode ini, KAI Daop 3 menyediakan total 74.988 tempat duduk untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan lonjakan mobilitas masyarakat pada liburan akhir tahun selalu diantisipasi melalui penambahan kapasitas dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” ujar

Dari total kapasitas tersebut, kata Muhibbuddin, KAI Daop 3 menyediakan 4.166 tempat duduk setiap harinya untuk berbagai relasi kereta yang berangkat dari wilayah Cirebon.

Kursi tersebut dialokasikan untuk KA Gunungjati relasi Cirebon–Gambir, KA Cakrabuana relasi Cirebon–Gambir, KA Ranggajati relasi Cirebon–Surabaya Gubeng–Jember, KA Cirebon Fakultatif atau tambahan relasi Cirebon–Gambir, serta KA Kaligung baik dari Stasiun Cirebon Prujakan maupun Brebes menuju Semarang Poncol.

Seluruh tarif kereta api komersial dalam masa Nataru tetap mengacu pada ketentuan Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA), sementara tiket KA Public Service Obligation (PSO) mengikuti tarif yang ditetapkan pemerintah.

“Hingga Kamis (3/12), sebanyak 23.870 tiket atau sekitar 32 persen dari total kapasitas sudah terjual,” katanya.

Muhibbuddin mengimbau masyarakat segera memesan tiket agar perjalanan dapat direncanakan dengan nyaman. Ia menambahkan bahwa tiket KA Nataru 2025/2026 telah dapat dibeli sejak 3 November 2025 melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, serta seluruh channel resmi penjualan tiket lainnya.

Selama masa posko Nataru berlangsung, KAI Daop 3 Cirebon mengoperasikan 170 perjalanan kereta api setiap hari, termasuk 32 perjalanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Puncak arus penumpang diprediksi terjadi pada 4 Januari 2026 dengan jumlah mencapai 9.423 penumpang.

Dari sisi kesiapan armada, Daop 3 Cirebon menyiapkan 14 lokomotif yang terdiri dari 10 lokomotif seri CC 206 dan 4 lokomotif seri CC 201.

Selain itu, terdapat 72 unit kereta yang siap dioperasikan, meliputi kereta eksekutif, bisnis, ekonomi, kereta makan, kereta pembangkit, dan kereta bagasi. Khusus untuk Kereta Api Ranggajati, Daop 3 juga mengoperasikan Kereta New Generation Stainless Steel sebagai bentuk peningkatan mutu layanan.

Terkait prasarana, Muhibbuddin memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan seperti penggantian rel, wesel, bantalan rel, serta penanganan titik-titik yang mengalami penurunan elevasi akan dituntaskan sebelum masa Angkutan Nataru dimulai. Menurutnya, pemeliharaan ini sangat penting untuk menjamin keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan kereta api.

Selain persiapan operasional, KAI Daop 3 Cirebon juga berupaya menghadirkan layanan yang ramah lingkungan dan efisien. Fasilitas seperti Drinking Water Station telah tersedia di Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, dan Stasiun Jatibarang.

Penerapan Face Recognition Boarding Gate di dua stasiun utama juga dilakukan untuk mempercepat proses boarding sekaligus mengurangi penggunaan kertas.

Daop 3 turut menambah loket box di tujuh stasiun dan mengoptimalkan layanan pemesanan tiket yang bisa dilakukan hingga 30 menit sebelum keberangkatan.

“Dengan seluruh upaya ini, KAI siap memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pelanggan,” tutup Muhibbuddin. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *