AKMI Suaka Bahari Cirebon Kukuhkan Taruna Baru dan Perkuat Kerja Sama Dunia Pelayaran
Cirebon,- Akademi Maritim (AKMI) Suaka Bahari Cirebon melantik sebanyak 87 taruna dan taruni angkatan XXXIX. Prosesi pelantikan berlangsung di halaman Kampus AKMI Cirebon, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Cirebon, Sabtu (20/12/2025).
Sebelum dilantik, para calon taruna menjalani rangkaian seleksi meliputi administrasi, kesehatan, tes jasmani, dan wawancara. Setelah dinyatakan lulus, mereka mengikuti Pra-Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar), dan dilanjutkan dengan program Madatukar.
Direktur AKMI Suaka Bahari Cirebon, Bambang Irawan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan taruna dan taruni AKMI Suaka Bahari Cirebon angkatan XXXIX tahun 2025.
“Ini menandai bahwa sudah 39 tahun AKMI Suaka Bahari berdiri di Cirebon. Kebetulan saya termasuk salah satu alumninya, yaitu angkatan tujuh dari jurusan Teknika,” ujar Bambang kepada About Cirebon.
Ia menegaskan, hampir 100 persen lulusan AKMI Suaka Bahari Cirebon terserap di dunia kerja, baik di perusahaan pelayaran maupun instansi pemerintah. Mereka bahkan banyak yang bekerja di TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, perusahaan pelayaran, hingga menjadi pemilik agen pelayaran.
“Alhamdulillah lulusan AKMI Suaka Bahari Cirebon hampir seluruhnya bekerja,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, AKMI Suaka Bahari Cirebon juga menjalin kerja sama melalui penandatanganan MoU dengan perusahaan pelayaran serta Lembaga Pendidikan English Academy dari Kampung Inggris Kediri.
“Harapannya, kerja sama ini dapat meningkatkan kesiapan para taruna, baik di level nasional maupun internasional,” ungkap Bambang.
Bambang menjelaskan, setalah pelantikan para taruna telah mengikuti Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) selama dua minggu. Program ini dilanjutkan masa basis sebagai bentuk penyesuaian.
“Jadi hari ini adalah puncak pelantikan calon taruna dan taruni menjadi taruna AKMI Suaka Bahari Cirebon. Tahun ini jumlahnya sedikit menurun, hanya 87 taruna pada 2025,” tuturnya.
Ia berharap jumlah taruna dapat ditingkatkan pada tahun akademik berikutnya. Bambang juga memaparkan pembenahan fasilitas pembelajaran, khususnya simulator untuk menunjang proses pendidikan.
“Kami melengkapi simulator, mulai dari bridge simulator, engine room simulator, hingga fasilitas laboratorium bahasa untuk ujian simulator berbasis computer based training (CBT),” jelasnya.
Bambang menambahkan, masa pendidikan taruna berlangsung kurang lebih tiga tahun, terdiri dari dua tahun pendidikan di kampus dan satu tahun praktik.
Untuk jurusan Nautika dan Teknika, praktik dilakukan di laut. Sementara jurusan Tata Laksana atau KPNK menjalani praktik darat di perusahaan pelayaran atau instansi pemerintah seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta lembaga lainnya.
“Selama ini Alhamdulillah hampir 100 persen taruna diterima dalam program praktik, baik darat maupun laut,” pungkasnya. (HSY)














