Angklung Bungko, Warisan Budaya Cirebon dengan Sejarah 600 Tahun

BisnisCirebon.com – Di Desa Bungko, sebuah desa pesisir di Kabupaten Cirebon, tersimpan kekayaan budaya yang tidak hanya indah didengar, tetapi juga penuh nilai sejarah dan spiritual.

Kesenian itu dikenal sebagai Angklung Bungko, sebuah tradisi yang lahir pada abad ke-17 dan kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Angklung Bungko berawal dari luapan kegembiraan masyarakat setelah memenangkan pertempuran melawan pasukan Pangeran Pekik. Sukacita itu diekspresikan lewat gerakan gagah dan musik bambu, sehingga tercipta sebuah tarian perang yang khidmat sekaligus penuh makna.

Berbeda dengan angklung yang biasanya identik dengan keceriaan, Angklung Bungko justru menampilkan aura tegas dan sakral. Para penari laki-laki tampil dengan ikat kepala batik, baju putih, dan keris terselip di pinggang. Gerakannya tidak sembarangan, melainkan penuh kewaspadaan seperti prajurit yang selalu siap siaga.

Setiap gerakan dalam tarian ini memiliki makna filosofis seperti Tari Panji yang menggambarkan sikap berzikir, Banteleo yang melukiskan perjalanan menghadapi rintangan dan Bebek Ngoyor sebagai simbol perjuangan meraih tujuan.

Iringan musiknya pun kaya instrumen, mulai dari gendang, ketuk, kenong, gong, hingga angklung. Yang membuatnya istimewa, ada angklung kuno berusia sekitar 600 tahun yang tidak lagi dimainkan, melainkan dijaga sebagai pusaka keramat—simbol perlindungan dan keberkahan bagi masyarakat Bungko.

Bagi warga Bungko, Angklung Bungko bukan sekadar seni pertunjukan. Ia hadir dalam berbagai upacara adat penting, seperti ritual ziarah ke makam keramat (Ngunjung) dan ritual syukur laut (Nadran) yang dilakukan nelayan.

Dalam momen itu, Angklung Bungko berperan sebagai media spiritual untuk berhubungan dengan leluhur sekaligus wujud syukur kepada alam.

BACA JUGA :  New Balance Luncurkan FuelCell Rebel v5, Kombinasi Kecepatan dan Kenyamanan Optimal

Penetapan Angklung Bungko sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi pengingat penting bahwa warisan leluhur harus terus dijaga.

Angklung Bungko bukan hanya sekadar dentuman bambu dan tarian, melainkan sebuah narasi tentang kemenangan, keberanian, spiritualitas, dan identitas masyarakat pesisir Cirebon yang terus hidup lintas generasi. Makin Tahu Indonesia.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *