Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Operasikan Kereta Tambahan dan Layanan Motis
Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan pada momen libur panjang tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI, Ane Purba menjelaskan wilayah Daop 3 Cirebon diprediksi akan melayani sekitar 121.639 pengguna, meningkat dibanding masa Nataru tahun sebelumnya.
“Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI mengoperasikan 154 perjalanan kereta api per hari, termasuk 32 perjalanan tambahan yang khusus disiapkan selama masa posko Nataru,” ujar Ane di Stasiun Cirebon, Selasa (2/12/2025).
Menurut Ane, KAI juga kembali menghadirkan layanan Angkutan Motor Gratis (Motis) yang bekerja sama dengan DJKA Kementerian Perhubungan. Program ini memungkinkan masyarakat membawa sepeda motor mereka secara gratis dengan kapasitas mencapai 5.568 unit motor dan 12.720 penumpang.
“Layanan Motis berlangsung selama 12 hari, mulai 23 hingga 30 Desember 2025 dan dilanjutkan kembali pada 2 hingga 5 Januari 2026. Pendaftaran dibuka sejak 1 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di Stasiun Cirebon Prujakan,” katanya.
Dua lintasan disiapkan dalam program ini, yakni lintasan Utara dari Jakarta Gudang menuju Semarang Tawang melalui Cirebon Prujakan, serta lintasan Tengah dari Jakarta Gudang menuju Purwosari melalui beberapa kota termasuk Purwokerto, Kebumen, dan Lempuyangan.
Untuk meningkatkan minat perjalanan masyarakat, KAI juga menyediakan diskon 30 persen bagi pelanggan yang melakukan perjalanan pada masa libur Nataru di wilayah Daop 3 Cirebon.
“Total ada 1.509.080 kuota tiket promo yang dialokasikan untuk kereta reguler maupun tambahan,” katanya.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan, kata Ane, KAI telah melakukan sejumlah langkah strategis, mulai dari ramp check bersama DJKA, inspeksi Standar Pelayanan Minimum di sarana dan stasiun, hingga pemeriksaan jalur rel menggunakan Kereta Inspeksi (KAIS).
“KAI bersama DJKA serta KNKT juga telah melakukan inspeksi bersama pada 2 hingga 4 Desember 2025 di jalur operasi Pulau Jawa. Posko Terpadu Nataru akan mulai dibuka pada 18 Desember 2025,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan armada, Daop 3 Cirebon menyiapkan 14 lokomotif, yang terdiri dari 10 lokomotif seri CC 206 dan 4 lokomotif seri CC 201.
Selain itu, ada 72 unit kereta yang siap beroperasi, meliputi kelas eksekutif, bisnis, ekonomi, kereta makan, kereta pembangkit, hingga kereta bagasi.
Penambahan petugas juga dilakukan untuk memperkuat layanan dan keamanan, termasuk penjaga jalan lintas, pengawas perjalanan kereta, customer service mobile, petugas keamanan, hingga tenaga bantuan dari komunitas railfans.
“KAI bahkan menambah loket box di tujuh stasiun untuk memperlancar proses pelayanan penumpang,” terangnya.
Menjelang pelaksanaan angkutan Nataru, Daop 3 Cirebon juga tengah menyelesaikan berbagai pekerjaan pemeliharaan prasarana sebagai upaya menjaga keselamatan perjalanan.
Pekerjaan tersebut mencakup penggantian rel, penggantian wesel, serta pemasangan bantalan rel berbahan sintetis yang lebih ramah lingkungan.
“Seluruh pemeliharaan ditargetkan selesai sebelum masa angkutan Nataru dimulai,” pungkasnya. (HSY)















