Cap Go Meh 2026 di Cirebon : Simbol Kota Inklusif dan Multikultural
Cirebon,- Pemerintah Kota Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam merawat keberagaman melalui penguatan identitas budaya lokal. Hal tersebut tercermin dalam perayaan Malam Kesenian Cap Go Meh 2577 yang berlangsung di Vihara Dewi Welas Asih, Selasa (3/3/2026) malam.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan simbol nyata wajah Kota Cirebon sebagai daerah yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan Cap Go Meh memiliki makna lebih dari sekadar pertunjukan seni dan budaya.
Menurutnya, perayaan ini merupakan ruang bersama yang memungkinkan setiap entitas budaya mengekspresikan identitasnya secara setara tanpa sekat perbedaan.
“Momentum ini adalah manifestasi identitas Kota Cirebon sebagai kota yang inklusif. Perayaan seperti ini harus kita maknai sebagai upaya kolektif untuk memberi ruang yang adil bagi seluruh budaya,” ujar Farida.
Menurut Farida, keberadaan Vihara Dewi Welas Asih sebagai salah satu simbol kedewasaan masyarakat dalam merawat harmoni. Sejarah panjang Kota Cirebon, kata dia, membuktikan kerukunan lahir dari komunikasi sosial yang terus dirawat, bukan sesuatu yang terjadi secara instan.
Pemkot Cirebon menilai toleransi sebagai modal sosial utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan. Tanpa stabilitas dan keharmonisan, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan optimal.
“Karena itu, menjaga iklim kondusif di tengah masyarakat menjadi prioritas yang terus diperkuat,” katanya.
Ke depan, kata Farida, Pemkot berkomitmen menghadirkan pembangunan yang partisipatif, termasuk menjadikan kawasan cagar budaya sebagai ruang dialog aktif antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi tersebut diyakini mampu mempercepat kemajuan daerah sekaligus memperkokoh kohesi sosial.
Dalam kesempatan itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan merawat semangat kebersamaan.
“Saya berharap Kota Cirebon tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman, baik bagi wisatawan maupun warganya, tanpa memandang latar belakang suku dan agama,” ungkapnya.
Apresiasi pun disampaikan kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian acara. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dinilai menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih kuat mengakar di tengah masyarakat.
“Semoga kebersamaan yang terjalin malam ini membawa kesejahteraan dan semakin memperkokoh persatuan di Kota Cirebon,” pungkasnya. (HSY)
The post Cap Go Meh 2026 di Cirebon : Simbol Kota Inklusif dan Multikultural appeared first on About Cirebon.














