Cirebon Menuju Kota Cerdas: Literasi Keluarga dan Transformasi Perpustakaan Jadi Kunci

Cirebon Menuju Kota Cerdas: Literasi Keluarga dan Transformasi Perpustakaan Jadi Kunci

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Bunda Literasi Kota Cirebon, Noviyanti Edo, secara resmi membuka Festival Literasi 2025 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon, Senin (8/12/2025).

Kegiatan Festival Literasi tersebut berlangsung mulai 8–12 Desember 2025 di Kantor Dispusip, Jalan Brigjen Darsono, Bypass, Kota Cirebon.

Mengusung tema “Menanam Ilmu, Mewujudkan Cirebon Setara dan Berkelanjutan 2029”, festival ini menjadi ruang edukasi sekaligus konsolidasi untuk memperkuat budaya literasi di Kota Udang.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengapresiasi langkah Dispusip Kota Cirebon yang secara konsisten menggelar kegiatan literasi untuk masyarakat. Menurutnya, kemajuan suatu kota tidak hanya ditentukan oleh infrastrukturnya, tetapi juga oleh kualitas daya pikir masyarakatnya.

“Kota yang maju adalah kota yang dihuni masyarakat dengan daya nalar dan daya kritis tinggi. Dan kunci untuk mencapainya adalah literasi,” ujar Edo.

Ia menegaskan, Festival Literasi 2025 merupakan simbol komitmen bersama bahwa Kota Cirebon adalah kota yang menghargai buku dan menjunjung tinggi pengetahuan.

Edo mengingatkan pemaknaan literasi tidak lagi sesempit kemampuan membaca dan menulis seperti dulu. Saat ini, masyarakat hidup dalam ekosistem digital yang memberikan kemudahan akses informasi, namun juga menghadirkan tantangan berupa maraknya disinformasi, misinformasi, dan hoaks.

“Generasi muda sangat rentan terhadap narasi-narasi yang memecah belah. Literasi digital bukan hanya tentang cara menggunakan gadget, tetapi bagaimana bersikap bijak, berpikir kritis, dan memverifikasi informasi,” tegasnya.

Selain tantangan digital, Edo menyoroti pentingnya penguatan literasi budaya agar generasi muda Cirebon tidak kehilangan identitas di tengah gempuran budaya global.

“Kita harus mampu menceritakan kembali kisah-kisah Cirebon dengan cara yang menarik dan relevan. Literasi budaya adalah benteng untuk menjaga jati diri,” ujarnya.

Edo juga mendorong Dispusip Kota Cirebon melakukan transformasi layanan dan fasilitas. Ia ingin perpustakaan menjadi Pusat Kegiatan Masyarakat, Pusat Inkubasi Kreatif, serta Community Hub yang aktif dan modern.

“Ketersediaan buku, fasilitas digital, dan program berbasis literasi harus terus ditingkatkan,” katanya.

Edo turut memberikan apresiasi kepada komunitas literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan para relawan yang terus bekerja di akar rumput.

Pihaknya mengajak seluruh keluarga di Kota Cirebon untuk turut menggerakkan budaya membaca dari rumah.

“Semaju apa pun program pemerintah, literasi tidak akan berhasil tanpa peran aktif keluarga. Jadikan rumah sebagai perpustakaan mini tempat karakter anak dibentuk,” pesannya.

Edo optimistis, melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, komunitas, dan keluarga, Kota Cirebon dapat tumbuh sebagai kota yang cerdas, berbudaya, dan melek informasi. (HSY)

The post Cirebon Menuju Kota Cerdas: Literasi Keluarga dan Transformasi Perpustakaan Jadi Kunci appeared first on About Cirebon.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *