Forkopimda Kota Cirebon Libatkan 400 Peserta dalam Aksi Bersih Pantai Kesenden
Cirebon,- Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon bersama jajaran TNI-Polri, perangkat daerah, organisasi masyarakat, serta pelajar menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Kesenden, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan pesisir.
Aksi tersebut dilakukan untuk mengatasi tumpukan sampah yang mencemari kawasan pantai, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dalam menjaga kebersihan laut dan wilayah pesisir.
Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., mengatakan kegiatan bersih pantai ini melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai unsur.
“Hari ini kami bersama Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta anak-anak sekolah melaksanakan pembersihan Pantai Kesenden, Kota Cirebon,” ujar Hista kepada awak media.
Ia mengakui, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat sejumlah kendala di lapangan. Namun, pembersihan akan dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal.
“Memang ada kesulitan yang kami hadapi, tetapi pembersihan ini akan terus kami lakukan secara bertahap,” katanya.
Hista menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia agar setiap daerah melakukan pembersihan lingkungan, khususnya wilayah pesisir yang memiliki garis pantai.
“Karena Cirebon memiliki wilayah pantai, maka kami bersama Forkopimda dan masyarakat berkomitmen untuk melakukan pembersihan pantai,” jelasnya.
Menurutnya, karakteristik Pantai Cirebon berbeda dengan pantai pada umumnya. Pantai ini cenderung pendek dan berlumpur, sehingga sampah yang menumpuk sebagian besar berasal dari air pasang dan muara sungai.
“Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai harus terus ditingkatkan. Apalagi ketebalan tumpukan sampah di bibir pantai bisa mencapai 1 hingga 2 meter,” ungkap Hista.
Ia optimistis Pantai Kesenden dapat kembali bersih. Untuk mendukung upaya tersebut, pihaknya menyiapkan excavator amfibi agar proses pembersihan dapat menjangkau area yang sulit diakses kendaraan.
“Target kami pantai ini harus bersih. Ke depan, kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pembersihan secara berkala,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini menambahkan karakteristik pantai di Kota Cirebon memang berbeda dibandingkan daerah lain.
“Kalau di pantai lain masalah utamanya abrasi, sedangkan pantai kita mengalami akresi. Akresi ini menambah sedimen dari laut, dan saat ini bukan hanya sedimen, tetapi juga sampah yang terbawa hingga ke pantai,” jelasnya.
Ia menyampaikan, DLH akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta menjalin koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pemasangan barrier di muara sungai.
“Langkah ini dilakukan agar sampah tidak sampai ke laut dan menambah pencemaran di kawasan pesisir,” tutup Fina. (HSY)














