H-3 Lebaran 2026, Arus Mudik di Cirebon Padat Didominasi Sepeda Motor
Cirebon,- Arus mudik Lebaran di Kota Cirebon mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas di kawasan Persimpangan Pemuda terpantau ramai oleh kendaraan pemudik.
Berdasarkan pantauan About Cirebon di lapangan, kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah didominasi oleh sepeda motor. Sementara itu, arus dari arah sebaliknya, yakni Jawa Tengah menuju Jakarta, juga cukup padat, dengan dominasi kendaraan besar seperti bus.
Data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mencatat, sebanyak 43.431 kendaraan melintas di Jalur Pantai Utara (Pantura) pada H-3 Lebaran. Angka tersebut merupakan hasil traffic counting (TC) yang dilakukan sejak pukul 00.00 hingga 08.00 WIB.
Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan menjelaskan jumlah kendaraan tersebut didominasi oleh roda dua yang mencapai 41.093 unit. Tingginya angka ini menjadi indikasi meningkatnya arus mudik yang melintasi wilayah Cirebon.
“Lonjakan kendaraan sudah mulai terlihat sejak malam hari dan diperkirakan akan terus meningkat mendekati puncak arus mudik,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan di Posko Angkutan Lebaran 2026 di kawasan Sunyaragi, arus kendaraan di Jalur Pantura terpantau padat. Bahkan, rata-rata kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur mencapai sekitar 1.200 unit setiap 15 menit.
Di sisi lain, arus kendaraan dari Jawa Tengah menuju Jakarta tetap ramai, meski didominasi kendaraan besar. Kondisi ini dipengaruhi oleh penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di ruas tol dari Jakarta menuju Jawa Tengah.
Akibat kebijakan tersebut, kendaraan besar seperti angkutan logistik dan bus dialihkan ke jalur arteri Pantura karena tidak diperbolehkan melintas di jalan tol.
Dishub Kota Cirebon memprediksi volume kendaraan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring mendekatnya puncak arus mudik.
Selain itu, Andi juga mengingatkan para pemudik untuk tetap waspada terhadap kondisi fisik selama perjalanan. Pasalnya, perjalanan jarak jauh dalam kondisi lelah berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub telah menyiapkan sejumlah posko layanan dan titik istirahat (rest area) di sepanjang Jalur Pantura. Pemudik diimbau untuk memanfaatkan fasilitas tersebut guna beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
“Petugas akan terus melakukan pemantauan arus lalu lintas secara berkala demi memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan lancar,” pungkasnya. (HSY)














