Hormati Ramadan, Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Cirebon Tak Ada Arak-arakan

Hormati Ramadan, Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Cirebon Tak Ada Arak-arakan

Cirebon,- Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Cirebon dipastikan berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada pawai budaya maupun arak-arakan yang melintasi jalan protokol. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di dalam area Vihara Dewi Welas Asih.

Langkah tersebut diambil pengurus vihara sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan. Momentum Cap Go Meh tahun ini memang bertepatan dengan bulan suci, sehingga perayaan disesuaikan dengan situasi yang ada.

Pengurus vihara, Hendra menyampaikan keputusan untuk tidak menggelar kirab keliling kota merupakan hasil musyawarah bersama.

“Kami melihat kondisi saat ini bertepatan dengan Ramadan. Jadi kami sepakat untuk tidak mengadakan arak-arakan besar seperti biasanya. Masing-masing bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk,” ujar Hendra, Selasa (17/2/2026).

Meski tanpa pawai di jalan raya, peringatan Cap Go Meh tetap dilangsungkan. Namun, skalanya lebih terbatas dan hanya digelar di lingkungan vihara.

“Kegiatan tetap ada, hanya saja dilaksanakan secara internal di halaman vihara, tidak sampai keluar ke jalan,” jelasnya.

Suasana tahun ini tentu berbeda dibanding Cap Go Meh 2025 yang berlangsung semarak. Saat itu, arak-arakan budaya dimulai dari vihara dan menyusuri sejumlah ruas utama Kota Cirebon.

Berbagai atraksi turut memeriahkan, mulai dari barongsai, liong, hingga replika Dewa Kwan Kong setinggi sekitar tiga meter yang menjadi pusat perhatian masyarakat.

Sedikitnya 15 patung Dewa dan Dewi diarak menggunakan joli, melibatkan partisipasi vihara dari berbagai daerah seperti Arjawinangun, Sindanglaut, Jatibarang, hingga Kabupaten Indramayu.

Tak hanya itu, prajurit dari tiga keraton Cirebon, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan ikut ambil bagian, menambah kental nuansa budaya lokal dalam perayaan tersebut.

Kini, tanpa kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas, perayaan berlangsung lebih tenang. Namun, esensi peringatan tetap dijaga oleh umat yang hadir.

Cap Go Meh merupakan puncak sekaligus penutup rangkaian Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ke-15 setelah perayaan Imlek, bertepatan dengan munculnya bulan purnama pertama dalam kalender lunar.

Pada 2026, Cap Go Meh diperingati pada 3 Maret, setelah Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026. Tradisi ini identik dengan festival lampion, pertunjukan seni, hingga sajian kuliner khas. Makin Tahu Indonesia (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *