Jaga Keselamatan Perjalanan, KAI Daop 3 Cirebon Gencarkan Pemeliharaan Jalur Kereta

Jaga Keselamatan Perjalanan, KAI Daop 3 Cirebon Gencarkan Pemeliharaan Jalur Kereta

Cirebon,- Keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api tidak terlepas dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas prasarana. Selama tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus menggencarkan pemeliharaan jalur rel beserta infrastruktur penunjangnya sebagai wujud komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang andal sekaligus berwawasan lingkungan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin menjelaskan perawatan prasarana bukan semata untuk aspek keselamatan perjalanan, tetapi juga mendukung pengembangan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Infrastruktur rel yang terjaga dinilai mampu membuat operasional kereta lebih lancar dan efisien, sehingga dapat menjadi alternatif utama masyarakat dalam menekan penggunaan kendaraan pribadi.

“Upaya tersebut juga selaras dengan program modernisasi serta peremajaan infrastruktur perkeretaapian yang tengah dijalankan KAI,” ujar Muhibbuddin, Kamis (29/1/2026).

Sepanjang 2025, kata Muhibbuddin, berbagai kegiatan perawatan dilakukan secara berkala, mulai dari inspeksi kondisi rel, jembatan, terowongan, hingga bangunan pelengkap lainnya. Pemeriksaan mencakup sambungan rel, bantalan, batu balas, sistem drainase, serta struktur utama jembatan.

“Jika ditemukan kerusakan atau ketidaksesuaian, petugas segera melakukan tindakan perbaikan seperti penggantian rel aus, penyesuaian geometri lintasan, pembaruan bantalan dan batu balas, hingga perbaikan wesel guna menjaga stabilitas jalur dan kelancaran perjalanan kereta,” katanya.

Muhibbuddin menambahkan, pemeliharaan rutin ini menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan operasional kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Berdasarkan rekapitulasi pekerjaan Januari–Desember 2025, KAI Daop 3 Cirebon tercatat telah mengganti rel baru sepanjang 22 kilometer. Selain itu, sebanyak 13.662 bantalan beton diperbarui serta 1.400 bantalan sintetis dipasang untuk memperkuat konstruksi lintasan dan menjaga kestabilan jalur.

“Untuk meningkatkan daya dukung rel, penggantian batu balas juga dilakukan dengan volume mencapai 39.315 meter kubik. Material balas yang kokoh berperan penting dalam menjaga kualitas lintasan serta meminimalkan potensi gangguan perjalanan,” bebernya.

Peremajaan infrastruktur turut menyasar komponen wesel dengan penggantian 21 unit baru sepanjang 2025. Wesel memiliki fungsi krusial sebagai pengatur perpindahan jalur kereta agar tetap aman dan mulus saat operasional.

Tak hanya itu, Daop 3 Cirebon juga melakukan pembaruan penambat atau pengunci rel sebanyak 35.080 unit. Perawatan jalur turut didukung penggunaan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) yang menjangkau 476,5 kilometer lintasan, serta mesin Multi Tie Tamper (MTT) dan Ballast Regulator (PBR) yang digunakan di jalur sepanjang 1.006,4 kilometer.

Menurut Muhibbuddin, setiap langkah perawatan merupakan investasi jangka panjang demi menjaga keberlangsungan layanan kereta api. Ia menegaskan pemeliharaan infrastruktur tidak hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan moda transportasi kereta api tetap menjadi pilihan aman, nyaman, dan berkelanjutan di masa depan.

“Melalui program perawatan yang konsisten, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api dengan rasa aman sekaligus turut berkontribusi pada terciptanya sistem transportasi publik yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *