Kapolres Cirebon Kota Ajak Warga Hidupkan Kembali Siskamling
Cirebon,- Menyikapi maraknya kasus pencurian yang kerap terjadi saat warga melaksanakan salat tarawih, Polres Cirebon Kota meningkatkan langkah pencegahan dengan mengoptimalkan patroli rutin serta memperkuat pengamanan berbasis masyarakat.
Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar mengatakan patroli keamanan sebenarnya telah dilakukan setiap hari. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan jumlah personel yang tersedia dan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah.
“Untuk patroli itu setiap hari ada, tetapi jumlah dan titiknya menyesuaikan dengan keterbatasan personel. Kami tetap memprioritaskan daerah-daerah yang dinilai rawan pencurian,” ujar Eko kepada About Cirebon, Selasa (24/2/2026).
Menurut Eko, pola tindak kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan (curat) maupun pencurian dengan kekerasan (curas) terus berubah-ubah. Pelaku kerap menyesuaikan sasaran ketika mengetahui adanya patroli kepolisian di suatu lokasi.
“Mereka juga menyesuaikan. Kalau ada patroli di satu wilayah, biasanya berpindah ke titik lain. Karena itu, kami terus melakukan pemetaan wilayah rawan,” jelasnya.
Selain patroli rutin, pihak kepolisian juga mendorong penguatan pengamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat melalui sistem pengamanan swakarsa (PAM Swakarsa). Salah satunya dengan menghidupkan kembali kegiatan siskamling di tingkat RT dan RW.
“Kami dorong perangkat RT dan RW untuk mengaktifkan kembali siskamling. Ini bagian dari upaya bersama menjaga keamanan lingkungan,” ungkapnya.
Sejumlah lokasi yang sebelumnya teridentifikasi rawan pencurian telah dibangun pos kamling dan kembali diaktifkan.
Menurut Eko, keberadaan pos kamling tersebut sangat membantu dalam mendukung pengawasan lingkungan, terutama pada malam hari saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah tarawih.
“Di beberapa tempat yang rawan sudah dibangun pos kamling dan kini aktif kembali. Alhamdulillah, ini sangat membantu dalam mencegah tindak kejahatan,” ungkapnya.
Polres Cirebon Kota mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, memastikan rumah dalam kondisi terkunci saat ditinggalkan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat aktivitas mencurigakan.
“Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat menekan angka kriminalitas, khususnya selama bulan Ramadan,” pungkasnya. (HSY)














