Kisah Haru Warga Kota Cirebon Selamat dari Banjir Bandang Aceh dan Perjuangan Pulang ke Rumah
Cirebon,- Setelah melewati perjuangan panjang akibat terjebak banjir bandang di Aceh, sembilan warga asal Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, akhirnya kembali ke kampung halaman dengan selamat.
Kepulangan mereka disambut Pemerintah Daerah Kota Cirebon pada Senin (15/12/2025) kemarin, setelah sebelumnya tiba di Cirebon pada akhir pekan.
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para warga yang sempat terisolasi selama berhari-hari di wilayah terdampak bencana di Aceh. Ia memastikan kondisi mereka dalam keadaan aman serta telah kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.
“Saya hadir mewakili Pemkot untuk memastikan saudara-saudara kita yang sempat terjebak pasca bencana di Aceh bisa kembali dengan selamat ke Kota Cirebon,” ujar Farida.
Menurut Farida, para warga tersebut mengalami situasi sulit setelah proyek tempat mereka bekerja terhenti akibat banjir bandang. Kondisi diperparah dengan terputusnya akses transportasi dan komunikasi, sehingga sebagian dari mereka harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki untuk keluar dari wilayah terisolasi.
“Mereka baru sekitar satu minggu bekerja, lalu terjadi bencana. Ada yang terpaksa berjalan kaki karena jalan, listrik, dan jaringan komunikasi semuanya terputus,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pemulangan warga Cirebon dari Aceh tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta dukungan DPRD Jawa Barat.
Selain membantu kepulangan, pemerintah juga memberikan bantuan kebutuhan dasar sementara bagi para warga yang kehilangan pekerjaan akibat bencana.
“Bantuan buffer stock kami berikan sebagai bekal awal. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja,” kata Farida
Salah satu warga, Udin, menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya selama berada di Aceh Tengah. Ia bersama 22 orang lainnya berangkat dari Cirebon pada awal November untuk bekerja sebagai buruh bangunan di sebuah proyek strategis di Desa Pamer.
“Total ada 23 orang. Dari Cirebon 13 orang, sembilan dari Kota Cirebon dan empat dari Kabupaten Cirebon, sisanya dari Indramayu,” ungkap Udin.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga hari dan sempat bekerja selama beberapa hari, banjir bandang melanda wilayah Aceh. Meski lokasi tempat mereka bekerja berada di dataran tinggi dan relatif aman, seluruh akses menuju desa terputus sehingga aktivitas terhenti total.
“Kami tinggal di bedeng. Jalan putus, listrik mati, internet tidak ada. Awalnya tidak tahu kondisi di luar seperti apa,” katanya.
Dalam kondisi tersebut, 14 orang memilih berupaya keluar dari desa dengan berjalan kaki tanpa bekal dan alat komunikasi. Sementara sisanya bertahan sambil menunggu evakuasi.
Dari kelompok yang berjalan kaki, 10 orang berhasil lebih dulu keluar, sementara Udin bersama tiga rekannya harus bertahan lebih lama karena kehabisan persediaan.
“Total delapan hari perjalanan sampai Lhokseumawe. Tiga hari tiga malam kami bertahan di hutan, makan dan minum seadanya,” tutur Udin.
Setelah mendapatkan akses internet, mereka menghubungi pihak luar melalui media sosial. Informasi tersebut kemudian sampai ke Pemerintah Kota Cirebon dan segera ditindaklanjuti melalui Dinas Sosial yang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Berkat perhatian Pemprov Jawa Barat dan dukungan anggota DPRD Jawa Barat, George Edwin Sugiharto, keempat warga tersebut akhirnya dapat dipulangkan dan tiba di Cirebon pada Sabtu lalu.
“Alhamdulillah bisa pulang dan hari ini kami akhirnya bisa berkumpul kembali,” ucap Udin.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cirebon, Santi Rahayu menyampaikan pihaknya akan menindaklanjuti kondisi para warga tersebut, terutama terkait keberlanjutan pekerjaan mereka.
“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk langkah selanjutnya,” pungkas Santi. (HSY)














