Literasi Digital Pelajar Jadi Fokus Program Roketin Generasi Tunas Digital 2025

Jakarta — MyRepublic Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan program Roketin Generasi Tunas Digital dalam rangkaian MyRepublic Rocket Week 2025 (MRW25) yang digelar di Grand Hyatt Jakarta, Kamis (21/11). Program ini ditujukan untuk meningkatkan literasi digital bagi pelajar di Indonesia sekaligus memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut implementasi Peraturan Pemerintah TUNAS No. 17 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik bagi perlindungan anak. Program ini dirancang sebagai gerakan edukasi nasional yang menyasar siswa, guru, orang tua, dan komunitas pendidikan.

Mengusung tema “Melindungi, Mendidik, dan Meroketkan Masa Depan Anak di Era Digital”, Roketin Generasi Tunas Digital diharapkan mampu menciptakan ruang internet yang aman, inklusif, dan produktif bagi generasi muda.

Peluncuran program dilakukan secara simbolis oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Board of Sinar Mas Franky Oesman Widjaja, dan CEO MyRepublic Indonesia Timotius Max Sulaiman. Acara MRW25 turut didukung sejumlah mitra teknologi, lembaga, dan media.

Dalam pidatonya, Menkomdig Meutya Hafid menegaskan bahwa pembangunan ekosistem digital tidak hanya bergantung pada perluasan jaringan, tetapi juga pada kesiapan generasi penerus.

“Generasi Tunas Digital adalah aset bangsa. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh di ekosistem internet yang inklusif dan aman,” kata Meutya.

CEO MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menyampaikan bahwa program ini bertujuan membekali pelajar dengan kemampuan menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

“Roketin Generasi Tunas Digital adalah komitmen berkelanjutan kami dalam mendorong tumbuhnya talenta digital Indonesia,” ujar Timotius.

BACA JUGA :  OPPO Reno13 Series Resmi Hadir, Inovasi AI Livephoto Siap Hidupkan Kenangan

Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 200 sekolah dan sekitar 60.000 siswa, guru, dan orang tua di berbagai wilayah Indonesia dalam satu tahun ke depan. Edukasi yang diberikan meliputi keamanan digital, etika berinternet, serta penggunaan perangkat dan platform digital sesuai usia.

Penyelenggara optimistis Roketin Generasi Tunas Digital akan menjadi contoh kolaborasi nasional dalam penguatan literasi digital dan perlindungan anak.

Program ini juga diharapkan mendorong kesadaran publik mengenai pentingnya keamanan digital sejak usia dini, seiring meningkatnya akses internet di seluruh Indonesia.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *