Satu Tahun Pimpin Kota Cirebon, Edo–Farida Fokus Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan

Satu Tahun Pimpin Kota Cirebon, Edo–Farida Fokus Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan

Cirebon,- Tepat 20 Februari 2026, kepemimpinan Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati di Kota Cirebon memasuki usia satu tahun. Sejumlah capaian diklaim telah dirasakan masyarakat, sekaligus menjadi pijakan untuk memperkuat arah pembangunan ke depan.

Dalam refleksi satu tahun pemerintahan, Edo menyampaikan sejumlah program prioritas telah dijalankan dan berbagai persoalan daerah mulai tertangani. Ia menyebut, capaian tersebut didukung data dan indikator kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Alhamdulillah, satu tahun ini menjadi fondasi awal. Banyak program sudah berjalan dan hasilnya mulai dirasakan masyarakat,” ujar Edo, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, tahun pertama merupakan tahap penguatan dasar menuju visi “Cirebon Setara Berkelanjutan”. Pemerintah Kota Cirebon juga telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebagai panduan arah pembangunan lima tahun ke depan.

Memasuki tahun kedua, Edo memastikan fokus pembangunan tetap diarahkan pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus bekerja hingga akhir masa jabatan.

“Kami akan terus bekerja keras. Dengan RPJMD yang sudah ditetapkan, indikator pembangunan semakin jelas,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan satu tahun kepemimpinannya. Meski demikian, ia mengaku masih perlu meningkatkan perannya dalam mendukung terwujudnya visi daerah.

“Waktu terasa cepat. Tahun pertama ini menjadi momen evaluasi bagi saya pribadi. Saya merasa masih harus lebih maksimal,” ujar Farida.

Selama setahun terakhir, Farida lebih banyak turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga. Sejumlah langkah konkret pun dilakukan, termasuk membantu penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di wilayah yang belum terlayani PDAM.

Ia juga mengalokasikan gaji pribadinya untuk membantu pembangunan rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, Farida mendorong penguatan masyarakat pesisir dan nelayan melalui bantuan rumpon untuk budidaya kerang hijau. Ia juga aktif menggelar pelatihan UMKM, digitalisasi usaha, hingga membuka akses permodalan, khususnya bagi perempuan.

Menurutnya, perempuan harus menjadi motor penggerak ekonomi dan pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat. Ia pun berencana mengaktifkan kembali Gedung Wanita sebagai pusat kegiatan dan ekspresi perempuan, mulai dari seni budaya hingga kewirausahaan.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada generasi muda melalui program pertanian dan budidaya ikan lele. Sementara bagi lansia, Pemkot Cirebon menggulirkan program turunan dari inisiatif Jabar Nyaah ka Indung yang di tingkat kota dikenal sebagai “Kota Cirebon Eman ning Mimi”.

“Program ini mencakup layanan cek kesehatan gratis, pemberian makanan tambahan, senam lansia, hingga pembinaan rohani,” kata Farida.

Dalam bidang kebersihan, Farida membina Satuan Tugas Kebersihan bersama para ketua RW untuk menggalakkan kerja bakti rutin. Ke depan, ia menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Yang saya lakukan mungkin sederhana, tapi harapannya bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Farida.

Memasuki tahun kedua, duet Edo–Farida menyatakan siap mempercepat realisasi program pembangunan demi mewujudkan Kota Cirebon yang lebih setara dan berkelanjutan. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *