Sekolah Rakyat Terintegrasi I Cirebon Dibuka, 100 Siswa SD dan SMP Mulai Ikuti Kurikulum MEME
Cirebon,- Kota Cirebon ditetapkan sebagai salah satu dari 65 wilayah percontohan Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga penerima manfaat (KPM) untuk mendapatkan pendidikan berbasis asrama atau boarding school.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, saat meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di SMPN 18 Kota Cirebon, Senin (14/7/2025).
“Pelaksanaan sudah dievaluasi sebelumnya. Sejumlah kesiapan dari Kementerian, baik fisik maupun nonfisik, termasuk tenaga pendidik dan kependidikan, sudah tersedia,” ujar Agus.
Menurut Agus, sarana dan prasarana terus dilengkapi secara bertahap. Pemerintah pusat telah menyalurkan perlengkapan mandi, perlengkapan sekolah, hingga seragam bagi para siswa.
“Hari ini anak-anak tingkat SD dan SMP mulai masuk. Total ada 100 siswa, terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP, masing-masing terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel),” jelasnya.
Agus menambahkan, kegiatan hari pertama dimulai dengan pemeriksaan kesehatan dan akan dilanjutkan esok hari dengan tes kebugaran untuk memetakan karakteristik siswa yang berasal dari berbagai latar belakang.
Untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, saat ini masih ditangani oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon. Namun, beberapa fasilitas pendukung masih perlu penyempurnaan.
“Tempat tidur dan lemari sudah tersedia. Tetapi, pengaturan kamar mandi masih perlu ditata ulang,” kata Agus.
“Saat ini terdapat tiga kamar mandi untuk putra dan tiga untuk putri, padahal jumlah siswa laki-laki 63 orang dan perempuan 37 orang. Masih terlalu berdekatan dan belum ada sekat pembatas,” sambungnya.
Agus menegaskan Pemerintah Daerah Kota Cirebon mendukung penuh pelaksanaan Program Sekolah Rakyat meski di tahap awal pelaksanaannya masih terdapat berbagai tantangan.
“Kami akan terus mendukung dan berkoordinasi dengan Kemensos melalui Dinsos Kota Cirebon agar pelaksanaan berjalan maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Cirebon, Khaerunisa menjelaskan saat ini tersedia 13 tenaga pengajar, termasuk satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Untuk tenaga pendukung, kami memiliki staf tata usaha, bendahara, operator, juru masak, dan petugas kebersihan,” katanya.
Khaerunisa menambahkan, sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat menerapkan Kurikulum Multi Entry–Multi Exit (MEME), yang memungkinkan siswa masuk dan keluar sesuai capaian kompetensinya, bukan berdasarkan tahun ajaran. (HSY)
The post Sekolah Rakyat Terintegrasi I Cirebon Dibuka, 100 Siswa SD dan SMP Mulai Ikuti Kurikulum MEME appeared first on About Cirebon.













