Sepanjang 2025, BPBD Kota Cirebon Tangani 156 Kejadian Bencana
Cirebon,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mencatat sebanyak 156 kejadian bencana sepanjang tahun 2025.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya potensi bencana di wilayah Kota Cirebon.
Selain penanganan kejadian, BPBD Kota Cirebon juga aktif melakukan upaya pencegahan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Sepanjang 2025, sebanyak 9.789 warga telah mendapatkan edukasi kebencanaan, dua sekolah ditetapkan sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), serta 25 orang dari unsur masyarakat dilatih menjadi Tim Reaksi Cepat (TRC).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo mengatakan meningkatnya jumlah kejadian bencana pada 2025 dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca dan lingkungan.
“Pada tahun 2025 tercatat 156 kejadian. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah ini mengalami peningkatan. Banyak faktor yang mempengaruhi, karena secara umum potensi bencana juga semakin meningkat,” ujar Andi kepada About Cirebon, Rabu (7/1/2026).
Andi menjelaskan, jenis bencana yang paling mendominasi sepanjang 2025 adalah pohon tumbang sebanyak 67 kejadian, disusul bangunan ambruk 45 kejadian, cuaca ekstrem 18 kejadian, banjir 11 kejadian, tanah longsor 8 kejadian, kebakaran lahan 3 kejadian, operasi SAR 2 kejadian, serta banjir rob 2 kejadian.
“Yang paling mendominasi memang pohon tumbang, bangunan ambruk, dan cuaca ekstrem,” jelasnya.
Untuk meminimalisir risiko bencana pada tahun 2026, kata Andi, Pemerintah Kota Cirebon telah menyiapkan berbagai langkah struktural dan non-struktural.
Langkah struktural dilakukan melalui normalisasi sungai dan saluran drainase di sejumlah titik rawan, seperti muara Sungai Cipadu dan Sungai Cikalong, yang dikerjakan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.
Sementara itu, langkah non-struktural difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, dan pelatihan kesiapsiagaan. BPBD juga membentuk 12 Kelurahan Tangguh Bencana yang aktif, menyusun rencana kontinjensi, serta mengembangkan sistem peringatan dini.
Selain itu, BPBD Kota Cirebon juga menyusun peta risiko bencana dan peta zona bahaya, serta menggelar pelatihan keterampilan bertahan hidup, seperti pertolongan pertama, evakuasi, dan penggunaan peralatan darurat.
“Kota Cirebon telah menetapkan status siaga bencana banjir dan hidrometeorologi sejak Oktober 2025 hingga 30 April 2026,” pungkas Andi. (HSY)














