Setahun Kepemimpinan KDM, Sekda Klaim Kesejahteraan Warga Jabar Meningkat

Setahun Kepemimpinan KDM, Sekda Klaim Kesejahteraan Warga Jabar Meningkat

Cirebon,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan visi Jawa Barat Istimewa. Berbagai indikator makro ekonomi pun menunjukkan tren yang membaik dalam satu tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, usai menghadiri pelantikan Pengurus Gerakan Pramuka Kota Cirebon di Ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, Rabu (11/2/2026).

“Alhamdulillah, satu tahun kepemimpinan Pak Gubernur Kang Deddy Mulyadi (KDM) Bapak Aing, perkembangan kesejahteraan masyarakat, ekonomi warga, dan ekonomi daerah semakin membaik,” ujar Herman.

Ia memaparkan, angka kemiskinan di Jawa Barat mengalami penurunan dari 7,02 persen menjadi 6,78 persen. Tingkat pengangguran juga turun dari 6,77 persen menjadi 6,66 persen.

Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat turut meningkat. Jika sebelumnya berada di angka 5,2 persen, kini naik menjadi 5,85 persen atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,39 persen.

Menurut Herman, terdapat beberapa variabel yang memengaruhi capaian tersebut. Salah satunya adalah belanja pemerintah atau government spending yang dinilai sangat optimal.

Dengan kapasitas fiskal APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp32 triliun, hampir seluruh anggaran dapat dibelanjakan secara efektif. Bahkan hingga akhir tahun, sisa kas di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hanya menyisakan sekitar Rp500 ribu.

“Artinya tidak ada anggaran yang tidak termanfaatkan. Fungsi APBD adalah mendorong perekonomian daerah dan menyejahterakan masyarakat. Ketika dibelanjakan, akan ada pengadaan barang dan jasa sehingga ekonomi berputar,” jelasnya.

Belanja pemerintah tersebut, lanjut Herman, memberikan kontribusi sekitar 10 persen terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Pemprov Jabar juga mendorong optimalisasi belanja pada APBD kabupaten/kota yang nilainya mencapai Rp115 triliun.

“Namun, optimalisasi tidak hanya dilihat dari sisi serapan anggaran, melainkan juga kualitas belanja. Setiap keluhan maupun pengaduan masyarakat dipastikan akan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Faktor berikutnya adalah tingkat konsumsi masyarakat. Herman menyebut, konsumsi warga Jawa Barat secara year on year menunjukkan kondisi yang cukup baik karena inflasi mampu dikendalikan.

Hingga kuartal IV, angka inflasi tercatat 2,63 persen, masih berada dalam rentang ideal 1,5 hingga 3,5 persen.

“Kalau inflasi terkendali, harga-harga stabil. Saat harga stabil, daya beli masyarakat terjaga. Ketika daya beli terjaga, konsumsi akan meningkat,” paparnya.

“Bahkan, kontribusi konsumsi masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai lebih dari 50 persen,” pungkasnya. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *