Wisata Bahari di Pelabuhan Cirebon Segera Dikembangkan, Pemkot Teken Kerja Sama dengan Pelindo
ARAH PANTURA, Cirebon – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi menjalin kerja sama dengan PT Pelindo Cirebon untuk mengembangkan kawasan wisata bahari di area Pelabuhan Cirebon.
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan bertepatan dengan perayaan satu tahun Museum Topeng Cirebon, yang digelar di pelataran Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi No. 84, Rabu (10/9/2025).
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menuturkan bahwa Pelabuhan Cirebon menyimpan potensi besar untuk dijadikan destinasi wisata. Mulai dari wisata heritage, wisata perahu, hingga penyelenggaraan berbagai event bahari.
“Bentuk kerja samanya salah satunya adalah pemanfaatan aset Pelindo untuk kegiatan budaya dan pariwisata. Tahun ini, Pelindo juga memberikan CSR untuk membantu memperbaiki Gedung Bundar di Lapangan Kebumen,” ungkap Agus.
Agus menambahkan, kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang sebelumnya ditandatangani Wali Kota Cirebon dengan General Manager PT Pelindo Cirebon.
“Disbudpar menindaklanjuti dengan perjanjian teknis terkait pengembangan kebudayaan dan pariwisata, khususnya di kawasan pelabuhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pelabuhan Cirebon memiliki nilai historis tinggi. Laut pada masa lalu menjadi jalur utama transportasi antarpulau hingga antarnegara, sehingga pelabuhan menyimpan banyak cerita yang dapat diangkat sebagai bagian sejarah terbentuknya Cirebon.
Selain itu, kawasan pelabuhan juga memiliki banyak bangunan heritage yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung event besar. Salah satunya Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2025, di mana Kota Cirebon ditunjuk sebagai tuan rumah.
“Insyaallah, pada November 2025 selama dua minggu, Kota Cirebon akan menjadi tuan rumah FKSM. Acara ini akan menghadirkan talenta nasional serta melibatkan komunitas seni dari Cirebon dan sekitarnya,” jelas Agus.
Ia berharap, rencana induk pengembangan lahan seluas 3,5 hingga 4 hektare di kawasan pelabuhan dapat segera diwujudkan sebagai kawasan wisata bahari terpadu.
“Dengan adanya pengembangan ini, kami optimistis Kota Cirebon bisa sejajar bahkan lebih unggul dari kota-kota lain dalam sektor pariwisata,” pungkasnya.**














