Inilah Keseruan Tim Keruma Ramen : Liburan ke Batu Karas Pangandaran Hingga Lomba Masak Internal ala MasterChef

Inilah Keseruan Tim Keruma Ramen : Liburan ke Batu Karas Pangandaran Hingga Lomba Masak Internal ala MasterChef

Cirebon,- Awalnya Senin, 5 Mei 2025 banyak pelanggan Keruma Ramen Sumber maupun Siliwangi dibuat kecewa. Pasalnya, mereka yang sedang “BM” ramen Keruma gagal makan ramen karena kedai kesayangan mereka tutup. Melalui unggahan media sosial resminya, ternyata Keruma Ramen mengumumkan bahwa seluruh tim sedang melakukan kegiatan liburan bersama selama dua hari satu malam ke Batu Karas, Pangandaran. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bentuk peringatan Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2025.

Kegiatan liburan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga media penguatan tim melalui berbagai agenda internal, salah satunya kompetisi memasak bertema seafood bertajuk “Keruma Food Wars: Seafood Showdown.”

Menurut Satrio, Chef Keruma Ramen Bar, acara ‘Keruma Food Wars’ bukan cuma ajang adu kemampuan masak, tapi juga jadi momen buat mempererat kekompakan Keruma, dan menggali kreativitas masing-masing tim ditantang untuk menciptakan hidangan seafood terbaik dengan anggaran terbatas dan waktu yang singkat. Setiap tim diberi anggaran Rp 300.000 dan waktu memasak selama 40 menit untuk menciptakan hidangan seafood terbaik.

“Jadi, nanti setelah mereka masak, hasil masakannya disajikan untuk empat juri dari departemen office untuk dinilai,” tambahnya.

Lanjut Satrio, selaku inisator kegiatan, “Siapa sangka, acara yang awalnya cuma iseng-iseng buat seru-seruan antar anak dapur malah jadi salah satu momen paling memorable tahun ini! Keruma Food Wars pecah sih. Tema Seafood untuk merespon ‘Batukaras’ sebagai kampung nelayan bikin semua peserta terpecut dalam kompetisi!!

Agenda liburan santai di pantai jadi sedikit teralihkan ke kompetisi masak yang sengit. Ada yang bela-belain bangun Subuh ke tempat pelelangan ikan, ada yang langsung ke rumah nelayan buat cari tangkapan segar, ada juga yang sampai beli bahan mentahnya… di restoran!”

Pemenang dalam ajang ini mendapatkan penghargaan berupa hadiah uang tunai, dengan total nilai jutaan rupiah. Juara pertama berhak atas hadiah sebesar Rp 3.000.000, diikuti oleh juara kedua sebesar Rp 1.500.000, dan juara ketiga sebesar Rp 500.000.

“Seruu dan yang pasti menambah kerja sama tim apalagi dengan orang-orang baru,” tambahnya.

Sementara itu, Faisal selaku peserta lomba Keruma Food Wars sekaligus Kepala Kedai Keruma Sumber mengatakan orang-orang baru yang dimaksud di sini adalah partner dapur baru, karena tim diacak tidak sesuai dengan departemen keruma yang dibagi per-unit kerja: kedai Siliwangi, Sumber dan Central Kitchen. Jadi, karyawan dapur kedai Sumber bisa saja satu tim dengan kedai Siliwangi dan Central Kitchen dan seterusnya.

Satrio menambahkan serunya bukan cuma saat lombanya, tapi dari proses persiapannya pun sudah penuh drama dan tawa. Malam sebelum hari-H, selepas makan bersama, mereka langsung pergi berburu bahan baku, mengupas udang, memotong sayur-mayur dan sebagainya seolah besok akan berperang. Pas hari-H, suasana dapur tegang banget. Tapi hasilnya? Gila… makanannya di atas ekspektasi kita semua. Padahal tantangannya nggak main-main—seafood itu tricky banget, apalagi buat masak cepat dan tetap enak.”

Lomba dimulai dengan hom pim pa urutan masak. Setelah beres memasak, Tim 2 sebagai urutan pertama sesuai undian hom pim pa mempresentasikan hidangannya diteruskan komentar para juri. Kemudian lanjut ke Tim 1 menyuguhkan hidangannya ke para juri.

“Ini Gangan udang dari Belitong. Dalam hidangan aslinya, ia berbentuk kuah yang cair, tetapi oleh aku dibuat Purée dengan santan dan salah satu best seller keruma; ubi. di sini bukan cuma ada udang tapi ada juga scallop (kerang simping)” jelas Vinola saat mempresentasikan hidangan dari timnya.

Sobi, salah satu juri Keruma Food Wars maju ke hidangan tersebut. Menyuap udang dan scallop kemudian memporses cita rasanya dalam-dalam. Mimik tegang tampak tampil di air muka seluruh peserta–menunggu komentar sang juri.

Dalam karya apapun termasuk masakan, ada istilahnya novelty, yaitu kebaruan. Para peserta dan penonton memandang juri tak lepas-lepas menunggu kalimat selanjutnya meluncur.

Tidak semua orang makan untuk mengganjal perut, ada juga yang ingin mengeksplorasi cita rasa. Saya sebagai orang Cirebon yang tinggal di Jawa, cukup merasakan cita rasa baru, ditambah tim kalian tidak menyajikan hidangan ini as it is (apa adanya) tetapi dengan inovasi yang kreatif. Beberapa peserta terlihat mengangguk menghembus napas lega.

Selain presentasi plattingnya cantik, rasanya juga satu-padu dan balance. Tepuk tangan riuh menyambut pujian tersebut memenuhi Pondok Cowet, Villa tempat tim keruma menginap di Batu Karas.

Pemenang Keruma Food Wars ‘Seafood Showdown’ jatuh ke tim 2, dengan anggota tim: Vinola dari Central Kitchen, Saiful dari kedai Sumber, Fikha dari kedai Sumber dan Ilyas dari kedai Siliwangi.

“Gangan Udang khas Belitong rasanya enak, dan penyajiannya juga cantik banget. Nggak heran sih kalau mereka akhirnya menang,” ujar Indra, salah satu panitia selepas mencicip.

Antusiasme tim Keruma begitu terasa, sebagaimana terlihat dari berbagai unggahan yang mereka bagikan selama liburan berlangsung.

Menurut Indra, selaku panitia, semangat para karyawan sudah terlihat jauh sebelum hari keberangkatan ke Batukaras.

“Beberapa teman bahkan udah nyiapin outfit sejak sebulan sebelumnya” ujarnya.

Ia juga menceritakan bagaimana empat tim yang mengikuti kompetisi memasak melakukan persiapan secara diam-diam layaknya operasi senyap.

“Mereka menyusun strategi masing-masing dan merahasiakan menu yang akan dibuat hingga hari lomba. Bahkan panitia pun sempat tidak diperbolehkan tahu menunya karena khawatir bocor,” tambahnya sambil tersenyum.

“Ke depannya ada kemungkinan kita rutinkan Food Wars ini, masih banyak kemungkinan yang bisa dieksplor” ujar Sobi, selaku manajemen Keruma.

Seluruh rangkaian keseruan selama liburan Keruma Ramen Bar turut dibagikan melalui akun Instagram resmi mereka. Tak hanya mengikuti kompetisi memasak dan bersantai di tepi pantai, tim Keruma juga menikmati berbagai aktivitas petualangan di Batukaras. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah kegiatan body rafting di Green Canyon, yang dipilih sebagai cara untuk melepas penat usai lomba berlangsung.

Suasana yang semula dipenuhi persaingan antar tim berubah menjadi hangat dan penuh canda tawa, ketika seluruh peserta kembali bersatu menikmati momen kebersamaan menyusuri Green Canyon. Guyuran air, serta rintik-rintiknya seolah membilas aura kompetisi yang tadi panas. Anggota tim yang bersaing berubah menjadi saling bantu berenang dan memanjat bebatuan Green Canyon.

Kegiatan liburan ke Batu Karas tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota tim. Setelah melewati liburan yang penuh kebersamaan dan keseruan, tim Keruma Ramen Bar akhirnya kembali ke Cirebon dengan selamat dan semangat baru. Dengan senang hati, Keruma Ramen Bar mengumumkan bahwa seluruh operasional, termasuk cabang Sumber dan Siliwangi, kembali dibuka pada tanggal 8 Mei 2025.

Pihak Keruma mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian pelanggan selama periode penutupan sementara ini. Keruma Ramen Bar kini siap menyambut pelanggan dengan semangat baru dan kaldu yang telah diupgrade jadi lebih nikmat. (*)

The post Inilah Keseruan Tim Keruma Ramen : Liburan ke Batu Karas Pangandaran Hingga Lomba Masak Internal ala MasterChef appeared first on About Cirebon.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *