Dinilai Ada Kejanggalan, Pembangunan Pasar Bangsri Jepara Disorot
ARAH MURIA- Pembangunan pasar Bangsri Jepara disorot aktivis setempat. Menurut penilaian mereka, terjadi kejanggalan proyek infrastruktur di Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara tersebut.
Didid Endro selaku salah satu aktivis lingkungan Jepara menyatakan bahwa tak hanya masalah AMDAL, pihaknya menilai banyak proyek yang tidak sesuai perencanaan.
Salah satunya seperti ketinggian pasar yang dibangun hanya setinggi 18 meter saja. Padahal dalam perencanaan tinggi pasar seharusnya mencapai 20 meter.
“Ini artinya ada dugaan penyelewengan. Bayangkan saja, dua meter kali luasan pasar. Sudah besar itu anggaran yang terpangkas,” jelas Didid, Rabu 16 Maret 2022 kemarin, dilansir Arah Muria dari Murianews.
Tak hanya itu, terdapat bangunan pasar yang rusak seperti bagian atap terdapat lubang kecil dan adapula yang terlepas. Padahal bangunan Pasar tersebut belum difungsikan.
Terkait hal ini, Didid berharap agar pemrakarsa bertanggung jawab atas pembangunan proyek ini. Selain memperbaiki tembok SMPN 1 Bangsri yang jebol, juga ketidaksesuain lainnya segera dibenahi.
Lanjutnya, Didid juga meminta agar pihak terkait bertanggung jawab terkait dokumen lingkungan.
“Kalau tidak bisa memenuhinya, harus disanksi sesuai aturan yang ada. “Pemkab Jepara ini kan, sedang pro investasi. Artinya ada banyak proyek pembangunan skala besar,” ujarnya. “
Kalau proyek yang dijalankan pemerintah sendiri saja tak dilengkapi dokumen AMDAL, bagaimana dengan bangunan-bangunan seperti pabrik yang sedang dikerjakan,” lanjutnya. “
Artinya melegitiasi investasi tanpa AMDAL. Dan ini bukti dampak pembangunan tanpa memperhatikan asas lingkungan itu,” imbuh Didid.***














