Halal Bihalal Golkar di Cirebon Jadi Ajang Konsolidasi Politik Menuju 2029

Halal Bihalal Golkar di Cirebon Jadi Ajang Konsolidasi Politik Menuju 2029

BisnisCirebon – Kegiatan halal bihalal yang digelar Partai Golkar di Cirebon tak lagi sekadar ajang silaturahmi pasca-Idulfitri. Momentum ini kini dimanfaatkan sebagai langkah awal untuk memperkuat mesin politik serta menyusun strategi jangka panjang menuju kontestasi mendatang.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, Dave Laksono, menegaskan bahwa fungsi halal bihalal telah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya bersifat kekeluargaan, kini kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi yang melibatkan berbagai elemen penting partai.

“Sekarang tidak hanya keluarga besar, tetapi juga struktural partai, organisasi sayap, hingga relawan yang sudah berkontribusi sejak 2014 sampai 2024 ikut dilibatkan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas internal sekaligus menyatukan visi dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Dengan basis yang lebih luas, Golkar optimistis dapat meningkatkan kinerja politiknya.

Dalam forum tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada silaturahmi, tetapi juga mulai diarahkan pada target strategis partai. Golkar menegaskan ambisinya untuk meningkatkan perolehan suara, menambah kursi legislatif, serta meraih kemenangan di berbagai tingkatan, baik daerah maupun nasional.

“Konsolidasi ini menjadi langkah penting agar kehadiran Golkar semakin dirasakan masyarakat. Kita ingin capaian ke depan lebih maksimal,” tegas Dave.

Ia menambahkan, meski belum memasuki tahun politik aktif, partai tetap bergerak mempersiapkan diri. Pemilu berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 2029, sementara regulasi terkait sistem pemilu masih dalam tahap pembahasan di tingkat pusat.

“Kita masih menunggu kepastian regulasi. Setelah itu, baru strategi akan dimatangkan dan diserahkan kepada struktur partai di masing-masing daerah,” jelasnya.

Sementara itu, dinamika internal terkait kepemimpinan Golkar di daerah, termasuk di Kota Cirebon, juga menjadi perhatian. Namun Dave menilai hal tersebut sebagai proses demokrasi yang wajar di dalam tubuh partai.

Ia menegaskan bahwa setiap figur yang muncul memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik, sehingga siapapun yang terpilih diyakini mampu membawa partai ke arah yang lebih baik.

“Semua tokoh yang ada punya kualitas. Kita yakin yang terpilih nanti adalah sosok terbaik yang bisa berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *