Cirebon Night Festival 2025 Padukan Seni Tradisional dan Modern
Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan persembahan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada pelaku seni dan budaya yang dikemas dalam Cirebon Night Festival 2025.
Agenda pariwisata tahunan ini digelar selama 2 hari yakni Sabtu (6/12/2025) melalui Cirebon Katon Festival 2025 dan Minggu, (7/12/2025) dengan event Cirebon Night Festival 2025.
Hari pertama pagelaran seni dengan tata panggung mewah menampilkan Tari Rampak Topeng 4 Gaya (Slangit, Gegesik, Palimanan, Losari), Kuda Lumping, Tari Topeng 5 Wanda, dan Tarling Cirebonan bersama Nunung Alfi. Dilanjutkan hari kedua yang tak kalah menyedot animo masyarakat diantaranya Tari Kreasi, Seni Buroq, Gardu Musik Etnik kolaborasi dengan Barongsai, dan hiburan Musik Ryan D’Angga. Tidak lupa bazar UMKM yang menyediakan kuliner dan kerajinan khas Cirebon.
Plt Kadisbudpar Kabupaten Cirebon Amin Mughni melalui Kabid Promosi dan Ekonomi Kreatif Pariwisata Achmad Bayu Suradilaga, S. Par mengatakan, Cirebon Night Festival 2025 adalah persembahan pemerintah daerah kepada masyarakat untuk mendukung kesenian daerah yang dikolaborasikan dengan kesenian tradisional. Di dalamnya termasuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui bazar UMKM.
“Penampilan malam hari ini sebuah perjalanan seni dan budaya yang megah harmonisasi kesenian tradisional dan modern. Selain itu kita juga ada UMKM yang tentunya untuk melengkapi Cirebon Night Festival 2025,” katanya kepada About Cirebon, Minggu (7/12/2025) malam.
Menurutnya, Cirebon Night Festival 2025 merupakan apresiasi kepada para pelaku seni dan pelaku UMKM dan masyarakat luas terhadap apa yang sudah ditetapkan oleh Kemenkumham mengenai kekayaan intelektual komunal.
“Kami mengapresiasi apa yang telah dilestarikan oleh pelaku seni budaya serta masyarakat, karena hingga kini kekayaan itu tetap lestari dan bisa dinikmati. Selain itu, kami juga mengapresiasi atas apa yang sudah ditetapkan Kemenkumham berupa
kekayaan intelektual komunal dengan jenis ekspresi budaya tradisional,” imbuhnya.
Bazar UMKM menjadi daya tarik yang mendukung agenda pariwisata di Kabupaten Cirebon dengan menghadirkan kuliner dan kerajinan khas daerah.
“Pelaku UMKM merupakan penggerak roda ekonomi masyarakat dengan menyediakan kuliner dan kerajinan khas Cirebon,” ujarnya.
Pihaknya berharap, agenda ini menjadi rutin diselenggarakan setiap tahun untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga Cirebon menjadi tujuan wisata utama di Jawa Barat.
“Kami berharap, kegiatan ini menjadi agenda pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi magnet kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (*)














