KAI Daop 3 Cirebon Siagakan Prasarana Jelang Angkutan Natal dan Tahun Baru
Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus melakukan berbagai langkah antisipatif menjelang Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Persiapan dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan tepat waktu di wilayah kerja Daop 3 Cirebon.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan selama masa angkutan Nataru, khususnya terkait keselamatan operasi dan ketepatan waktu perjalanan KA.
“Prasarana memegang peran penting dalam menjamin perjalanan kereta api berjalan lancar, selamat, dan tepat waktu,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Sebagai bentuk kesiapan, KAI Daop 3 Cirebon melakukan rangkaian pemeriksaan dan pengecekan langsung terhadap kondisi prasarana jalur KA.
Selain itu, pihaknya juga memetakan sejumlah titik pemantauan khusus pada lintas Daop 3 yang rawan banjir maupun kontur tanah labil.
Terdapat 10 titik Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) yang menjadi perhatian, di antaranya:
1. KM 148+500–152+200 antara Cilegeh–Kadokangabus (jalur hulu), rawan amblesan/tanah labil
2. KM 148+600–152+500 antara Cilegeh–Kadokangabus (jalur hilir), rawan amblesan/tanah labil
3. KM 175+000–176+100 antara Telagasari–Jatibarang (jalur hulu), rawan amblesan
4. KM 175+000–176+100 antara Telagasari–Jatibarang (jalur hilir), rawan amblesan
5. KM 187+600/700 Jembatan 915 antara Losari–Tanjung (jalur hulu dan hilir), rawan banjir
6. KM 86+500–86+700 antara Cikampek–Tanjungrasa, rawan banjir
7. KM 220+700–220+800 antara Cirebon Prujakan–Waruduwur, rawan banjir
8. KM 161+600–161+700 Jembatan 374 antara Tanjung–Brebes, rawan banjir
9. KM 243+200–243+600 Jembatan 827 dan 831 antara Sindanglaut–Ciledug, rawan banjir
10. KM 252+500–252+800 Jembatan 883 antara Ciledug–Ketanggungan, rawan banjir
Untuk meminimalisir potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, KAI Daop 3 melakukan sejumlah langkah teknis, seperti pemeriksaan geometri jalan rel secara berkala, perkuatan batu balas dengan sand bag, normalisasi saluran air, serta pemasangan bronjong dan retaining wall pada area tertentu.
Selain itu, menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang disebar di 17 titik stasiun, antara lain Pabuaran, Pasirbungur, Pegaden Baru, Haurgeulis, Terisi, Jatibarang, Arjawinangun, Cirebon, Cirebon Prujakan, Babakan, Tanjung, Bulakamba, Brebes, Sindanglaut, Ciledug, Ketanggungan, dan Songgom.
“AMUS merupakan peralatan dan material darurat seperti bantalan kayu dan beton, karung pasir, penambat rel, dan batu balas yang berfungsi mempercepat penanganan gangguan,” jelas Muhibbuddin.
Selain kesiapan prasarana, KAI juga menambah personel, termasuk Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra serta petugas pemantau daerah khusus (PJD) ekstra di sejumlah lokasi rawan.
“Pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru ini, seluruh insan KAI berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan,” tutupnya. (HSY)














