Gelorakan Toleransi, Prabu Diaz Diganjar Penghargaan dari Asosiasi Pendeta Indonesia

Bisniscirebon.com: Asosiasi Pendeta Indonesia (API) memberikan penghargaan kepada Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali, Prabu Diaz. Penghargaan ini diberikan sebagai Tokoh Penggerak Toleransi Internasional dan Kemanusiaan. Prabu Diaz merupakan tokoh Cirebon yang gencar menyuarakan, menyikapi, hingga aktif dalam toleransi beragama. Tidak jarang, kegiatannya mendapat apresiasi dari berbagai pihak terutama tokoh lintas iman.

Sekretaris Daerah DPD API Jabar Pdt. Jootje Tambayong mengatakan, Prabu Diaz merupakan tokoh yang senantiasa menjaga kebersamaan dalam hidup baik bernegara, beragama dan kehidupan sosial.

“Beliau senantiasa berusaha menggaungkan kebersamaan dalam hal hidup berbangsa dan khususnya di bidang keagamaan. Itu sebabnya ketika kami melihat sesuatu yang dilakukan oleh Prabu Diaz, begitu luar biasa kami sangat menghargai,” katanya, Kamis (17/10).

Menurutnya, kegiatan toleransi yang dilakukan menjadi embrio yang hidup selamanya dalam persatuan dan kesatuan serta kemanusiaan yang dapat meredam konflik di tengah masyarakat.
“Apa yang dilakukan Prabu Diaz itu menjadi embrio yang hidup sampai selamanya, supaya membuat persatuan,” ujarnya.

Sementara, Prabu Diaz mengatakan, ini merupakan penghargaan yang tinggi. Atas penghargaan tersebut, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh kegiatan kebersamaan dapat terlaksana dengan baik.

“Ini sebuah penghargaan yang tinggi buat kami. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang support selama ini dalam menggelorakan toleransi,” katanya.

Ia pun tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan, terlebih hingga tingkat internasional.

“Sebuah format yang sangat luar biasa bagi saya yang tidak disangka menjadi tokoh toleransi internasional,” tuturnya.

BACA JUGA :  Achmad Cholil Akhiri Masa Tugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Cirebon dengan Sejumlah Prestasi

Ia berharap, dengan toleransi seluruh bangsa senantiasa menjaga perdamaian, menjadi saudara setanah air saling mendukung satu dengan yang lain sehingga Indonesia dapat menggapai mimpinya menjadi bangsa yang besar dan dihormati di mata dunia.

“Perdamaian dunia itu diawali dengan rasa toleransi yang sangat tinggi. Dengan toleransi semua akan terjadi perdamaian, semua menjadi saudara, semua menjadi tentram itulah yang kita harapkan untuk dunia. Dengan toleransi semua saling menghormati dan menghargai mari kita jaga toleransi,” pungkasnya.(Regina)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *