Kereta Api Jadi Andalan Turis Asing, KAI Daop 3 Cirebon Layani 21.760 Penumpang Mancanegara
Cirebon,- Kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi favorit wisatawan domestik, tetapi juga semakin diminati wisatawan mancanegara yang berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia. Tren positif ini tercermin dari meningkatnya jumlah turis asing yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025 terdapat sebanyak 21.760 penumpang mancanegara yang menggunakan kereta api jarak jauh dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan angka tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan wisatawan asing terhadap layanan kereta api di Indonesia.
“Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara, terhadap layanan KAI yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu, serta mampu menghubungkan langsung ke berbagai destinasi unggulan,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, mayoritas wisatawan mancanegara menggunakan kereta api jarak jauh untuk tujuan kota-kota besar dan destinasi wisata populer seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Banyuwangi.
Adapun sejumlah kereta api jarak jauh yang menjadi favorit penumpang asing antara lain KA Ranggajati dengan relasi Cirebon–Surabaya Gubeng–Jember, KA Cakrabuana relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto, serta KA Gunungjati relasi Gambir–Cirebon–Semarang.
Muhibbuddin menambahkan, wisatawan mancanegara menyukai ketepatan waktu keberangkatan, kualitas pelayanan selama perjalanan, serta kemudahan pemesanan tiket secara daring yang kini tersedia dalam bahasa Inggris melalui aplikasi Access by KAI.
“KAI terus berinovasi untuk meningkatkan layanan kepada seluruh pelanggan, termasuk wisatawan asing. Tren positif ini merupakan hasil dari peningkatan fasilitas, digitalisasi layanan, serta promosi yang dilakukan secara masif, baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.
Selain itu, peningkatan infrastruktur transportasi dan konektivitas antar moda turut menjadi faktor pendukung meningkatnya minat wisatawan mancanegara. Efisiensi waktu dan kemudahan berpindah antar lokasi menjadi pertimbangan utama, dan kereta api dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut.
“Transportasi kereta api tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan pengalaman budaya yang khas. Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, baik di stasiun maupun selama perjalanan,” pungkas Muhibbuddin. (HSY)















