Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta Audit Pipa Tua PAM Usai Kebocoran di Plangon
Cirebon,- Komisi II DPRD Kota Cirebon mendorong Perumda Air Minum (PAM) Tirta Giri Nata untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan pipa lama yang masih digunakan dalam sistem distribusi air bersih.
Rekomendasi tersebut disampaikan setelah Komisi II meninjau langsung lokasi kebocoran pipa di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/2/2026).
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah menegaskan pentingnya pendataan dan identifikasi jaringan pipa yang telah berusia puluhan tahun agar potensi kebocoran dapat diantisipasi sejak dini.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, Komisi II menemukan pipa yang mengalami kebocoran tersebut telah digunakan lebih dari 50 tahun. Infrastruktur tersebut diketahui merupakan bantuan dari Pemerintah Swiss yang dipasang sejak tahun 1978.
“Kondisi pipa yang sudah sangat tua ini harus menjadi perhatian serius. Audit jaringan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Handarujati, yang akrab disapa Andru.
Komisi II juga meminta manajemen PAM Tirta Giri Nata untuk mempercepat proses perbaikan kebocoran, mengingat layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Alhamdulillah, setelah peninjauan dan diskusi di lapangan, perbaikan jaringan distribusi cepet selesai. Ini penting agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terlayani,” kata Andru.
Ia pun mengapresiasi respons cepat jajaran direksi dan petugas teknis PAM Tirta Giri Nata yang sigap menangani kebocoran pipa tersebut.
Selain perbaikan jaringan, Komisi II menekankan agar distribusi air bersih melalui mobil tangki tetap dilakukan hingga ke tingkat RW untuk memastikan warga terdampak tetap mendapatkan pasokan air.
“Kami menerima laporan dari beberapa RW bahwa distribusi air bersih sudah berjalan. Ini harus terus dipastikan sampai layanan normal kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari, menjelaskan kebocoran terjadi pada pipa transmisi berdiameter 600 milimeter yang tertanam di bawah badan jalan. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (4/2/2026).
Akibat kebocoran tersebut, air bertekanan tinggi menyembur hingga merusak lapisan aspal dan menimbulkan rongga dengan kedalaman sekitar satu meter. Setelah menerima laporan, tim teknis PDAM langsung melakukan penelusuran untuk menemukan titik kebocoran.
“Setelah titik kebocoran ditemukan, perbaikan langsung kami lakukan. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua hari, tergantung kondisi cuaca,” jelas Sofyan.
Untuk mengurangi dampak terhadap pelanggan, PDAM Kota Cirebon menyiagakan layanan bantuan air bersih dengan mengerahkan tiga unit mobil tangki ke wilayah terdampak.
“Ini sebagai langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung,” pungkasnya. (HSY)














