Kota Cirebon Jadi Lokasi Studi Lapangan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Jawa Tengah
BisnisCirebon – Pemerintah Kota Cirebon menerima kunjungan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Cirebon, Rabu (6/5/2026).
Rombongan peserta dipimpin langsung Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, dan disambut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, yang hadir mewakili Wali Kota Cirebon.
Dalam sambutannya, Iing Daiman menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Cirebon sebagai lokus studi lapangan. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan hanya bagian dari agenda pelatihan, tetapi juga menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman antardaerah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah beserta jajaran yang telah memilih Kota Cirebon sebagai lokus studi lapangan. Ini menjadi kehormatan bagi kami sekaligus peluang mempererat silaturahmi dan membuka ruang kolaborasi antardaerah,” ujarnya dikutip BisnisCirebon.
Iing menegaskan, dipilihnya Kota Cirebon tidak dimaknai sebagai bentuk keunggulan dibanding daerah lain. Ia justru melihat momentum tersebut sebagai kesempatan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam tata kelola pemerintahan.
“Kami tidak merasa lebih baik atau lebih hebat. Justru ini menjadi ruang untuk saling bertukar pikiran, melihat apa yang perlu dibenahi dan apa yang bisa dibangun bersama. Spirit yang kami dorong adalah birokrasi yang adaptif, mampu bekerja lintas bidang, dan memiliki kemampuan multi-tasking,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sekda Kota Cirebon juga memaparkan sejumlah fokus pembangunan daerah, salah satunya penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan koperasi dan UMKM.
Menurutnya, pengembangan UMKM harus dibarengi dengan pemanfaatan teknologi agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Sektor UMKM adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan. Karena itu, sentuhan teknologi menjadi kebutuhan agar produk-produk lokal Kota Cirebon mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan global,” ungkapnya.
Selain sektor ekonomi, Pemerintah Kota Cirebon juga terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Beberapa inovasi yang dikembangkan di antaranya program Cirebon Satu Data, layanan kegawatdaruratan Cirebon Siaga 112, hingga integrasi data geospasial melalui program Satu Peta.
“Bagi kami, data adalah aset penting. Dari data itulah arah pembangunan ditentukan sehingga penggunaan anggaran bisa lebih tepat sasaran dan tumpang tindih program dapat ditekan,” tutur Iing.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan studi lapangan secara maksimal dengan berdiskusi langsung bersama perangkat daerah, termasuk memahami tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan birokrasi.
“Jangan hanya melihat keberhasilan, tetapi pelajari juga tantangan dan proses di baliknya. Dari situlah biasanya lahir pembelajaran yang paling bermakna,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan studi lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan proyek perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator.
Menurutnya, Kota Cirebon dipilih karena memiliki sejumlah praktik baik yang relevan untuk dipelajari, khususnya di bidang koperasi, UMKM, dan transformasi digital pemerintahan.
“Kami datang ke Kota Cirebon untuk belajar dari praktik-praktik baik yang sudah dijalankan, terutama di sektor koperasi, UMKM, serta digitalisasi pemerintahan. Hasil pembelajaran ini nantinya akan diadaptasi dalam proyek perubahan peserta,” ujarnya.
Uswatun berharap pengalaman lapangan tersebut dapat memperkuat kapasitas peserta agar mampu menjadi aparatur yang tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata di lingkungan kerjanya.
“Ketika kembali ke daerah masing-masing, kami berharap para peserta bisa hadir sebagai agen perubahan dan problem solver. Itu esensi utama dari pembelajaran lapangan ini,” katanya.
Ia menambahkan, rombongan peserta akan berada di Kota Cirebon selama empat hari untuk mendalami materi studi lapangan sekaligus mengenal lebih dekat potensi daerah.
“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota Cirebon. Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjalin dan bisa berlanjut dalam bentuk kerja sama di masa mendatang,” pungkasnya. Makin Tahu Indonesia.**














