Malam Seribu Lilin: Tradisi Sakral di Kedokan Bunder Indramayu yang Penuh Makna
BisnisCirebon.com: Ribuan warga Desa Kedokan Bunder di Kabupaten Indramayu menghadiri acara tahunan “Malam Seribu Lilin” di Mukbaroh Nyimas Ratu Ayu Kawunganten pada Kamis (24/10/2024).
Tradisi ini merupakan bagian dari peringatan Unjungan ke-545 Nyimas Ratu Ayu Kawunganten, sosok leluhur yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat.
Dimulai sejak pukul 16.30 hingga menjelang Isya, acara ini menjadi penanda dimulainya Hari Plal, sebuah momen penting dalam kehidupan budaya masyarakat Kedokan Bunder.
Pada acara tersebut, ribuan lilin dinyalakan di sekitar makam keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU), memberikan cahaya yang menambah suasana khusyuk dan sakral. Pemandangan lilin yang menerangi Mukbaroh menciptakan suasana yang penuh makna dan spiritual.
Tradisi “Malam Seribu Lilin” tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan masyarakat. Warga dari berbagai lapisan sosial berpartisipasi dalam acara ini, tanpa memandang status sosial.
Bagi mereka, suasananya hampir menyerupai Hari Raya Idul Fitri, di mana semua orang berkumpul, bersatu dalam semangat kebersamaan dan penghormatan kepada nilai-nilai leluhur.
Selain “Malam Seribu Lilin,” peringatan Unjungan Nyimas Ratu Ayu Kawunganten juga dimeriahkan dengan berbagai acara adat tahunan. Salah satu yang menarik perhatian adalah karnaval yang diadakan beberapa hari sebelum puncak acara.
Serangkaian kegiatan adat ini tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menambah kemeriahan dan kesakralan peringatan tersebut. Mukbaroh Nyimas Ratu Ayu Kawunganten menjadi pusat kegiatan budaya dan spiritual bagi warga Kedokan Bunder dan sekitarnya.
Keberadaan tradisi ini tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur mereka.
Acara tahunan ini tidak hanya menjadi pengingat akan sejarah panjang leluhur desa, tetapi juga berfungsi untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual antarwarga.
Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun, memastikan bahwa nilai-nilai budaya dan spiritualitas tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Makin Tahu Indonesia.













