OJK Cirebon dan Pemkab Majalengka Sinergi Kembangkan Keuangan Inklusif di Desa Gunung Kuning

OJK Cirebon dan Pemkab Majalengka Sinergi Kembangkan Keuangan Inklusif di Desa Gunung Kuning

Bisniscirebon.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat yang diselenggarakan di kawasan wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka—sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

Kegiatan ini menjadi tonggak awal tahap inkubasi Desa EKI di Situ Cipanten, sebagai kelanjutan dari fase pra-inkubasi yang telah dilaksanakan pada tahun 2025. Pada tahap ini, OJK bersama para pemangku kepentingan secara aktif mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan keuangan formal, sehingga masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyampaikan bahwa penguatan Desa EKI di Desa Gunung Kuning merupakan kelanjutan dari inisiasi OJK sebelumnya dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif di kawasan wisata Situ Cipanten.

“Penguatan ini merupakan bagian dari komitmen OJK untuk memastikan bahwa program Desa EKI tidak berhenti pada tahap pencanangan, tetapi terus berlanjut hingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami keuangan, tetapi juga memiliki akses yang memadai untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Lebih lanjut, OJK memandang bahwa kawasan wisata Situ Cipanten memiliki potensi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata. Aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan ini—mulai dari pelaku UMKM, pengelola wisata, hingga sektor pendukung lainnya—memerlukan dukungan literasi keuangan dan akses terhadap layanan jasa keuangan yang memadai.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam mendorong penguatan Desa EKI di Kabupaten Majalengka.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka sangat mendukung program OJK dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui Desa EKI. Program ini sejalan dengan upaya kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal seperti kawasan wisata Situ Cipanten,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara OJK, Pemerintah Daerah melalui TPAKD, serta industri jasa keuangan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Majalengka Rachmat Kartono menyampaikan bahwa penguatan Desa EKI di kawasan wisata Situ Cipanten merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Penguatan literasi dan akses keuangan bagi pelaku usaha wisata sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing destinasi. Dengan dukungan OJK melalui program Desa EKI, kami optimis Situ Cipanten dapat berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui program Desa EKI, OJK menghadirkan pendekatan yang terintegrasi, meliputi:
• edukasi literasi keuangan kepada masyarakat.
• peningkatan pemahaman terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan diawasi.
• serta fasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat produktif.

Kolaborasi dengan Bank bjb dan PT Perumda BPR Majalengka menjadi bagian penting dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan produk tabungan, pembiayaan, serta layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Sementara itu, Rumah BUMN PLN Cirebon berperan dalam meningkatkan kapasitas usaha melalui pendampingan pengembangan UMKM.

Program penguatan Desa EKI ini juga merupakan bagian dari implementasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Majalengka Tahun 2026, yang bertujuan untuk memperluas akses keuangan serta mendorong pemerataan ekonomi di tingkat daerah. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal dan sinergi lintas sektor, penguatan Desa EKI di Situ Cipanten diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi desa secara berkelanjutan.

Ke depan, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan Desa EKI berbasis wisata yang berpotensi untuk diusulkan dalam ajang TPAKD Award, sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan keberhasilan daerah dalam memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penguatan ini, OJK menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui fungsi pengaturan dan pengawasan, tetapi juga melalui program yang mendorong peningkatan literasi dan akses keuangan secara nyata. Bersama pemerintah daerah dan industri jasa keuangan, OJK mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang inklusif, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.(Regina)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *