Paman Ridwan Sukses Lari 24 Jam 100 KM di Stadion Bima Cirebon

Paman Ridwan Sukses Lari 24 Jam 100 KM di Stadion Bima Cirebon

Cirebon,- Setelah menaklukkan tantangan pribadi Sea to Summit dari pesisir Kota Cirebon menuju puncak Gunung Ciremai, Ridwan Djayasukarta atau yang akrab disapa Paman Ridwan kembali membuat gebrakan.

Pria berusia 45 tahun itu sukses menyelesaikan aksi lari non-stop selama 24 jam dengan total jarak tempuh 100 kilometer mengelilingi Stadion Bima Kota Cirebon.

Aksi tersebut dimulai pada Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 06.19 WIB dan berakhir tepat sehari kemudian, Minggu, 15 Februari 2026 pukul 06.19 WIB. Selama satu hari penuh, Paman Ridwan berputar di lintasan jogging track stadion yang kini semakin nyaman setelah direvitalisasi.

Bagi Paman Ridwan, berlari jarak jauh bukan hal baru. Ia sudah lama aktif mengikuti berbagai ajang lari dan terbiasa menguji batas kemampuan tubuhnya. Namun, tantangan kali ini memiliki makna berbeda.

“Ini bukan untuk pamer kuat, tapi untuk mengajak kita semua kembali sadar bahwa kesehatan itu adalah investasi,” ujar Paman Ridwan saat dihubungi About Cirebon, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, latar belakang utama dari lari 24 jam tersebut adalah dorongan pribadi sekaligus keinginan memberi pengaruh positif kepada masyarakat agar rutin berolahraga.

“Tidak harus berlari, berjalan kaki pun sudah menjadi langkah awal yang baik selama dilakukan secara konsisten,” katanya.

Menurut Paman Ridwan, target yang ingin dicapai bukan semata soal jarak, melainkan pembuktian daya tahan fisik dan mental, sekaligus pesan bahwa tubuh manusia pada dasarnya dirancang untuk terus bergerak.

“Yuk gerak. Mau jalan, jogging, lari, atau olahraga lain. Yang penting rutin,” ajaknya.

Menariknya, Paman Ridwan mengaku tidak memiliki persiapan khusus secara teknis menjelang tantangan tersebut. Ia lebih menekankan kesiapan mental dibanding latihan tambahan.

Meski demikian, strategi selama berlari tetap diperhitungkan. Mulai dari pengaturan makan dan minum, hingga mengambil jeda istirahat saat waktu salat tiba.

Tantangan terberat, kata Paman Ridwan, justru datang pada siang hari, terutama sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Saat itu suhu mencapai sekitar 34 derajat Celsius yang cukup menguras energi sekaligus menggoyahkan fokus.

“Di jam itu panasnya terasa sekali, lumayan menguji mental,” ungkapnya.

Dipilihnya Stadion Bima bukan tanpa alasan. Selain lintasannya sudah beraspal, kawasan tersebut memiliki penerangan yang memadai sehingga tetap aman digunakan pada malam hari.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas revitalisasi ruang publik yang dinilainya sangat membantu masyarakat dan komunitas olahraga.

“Fasilitasnya bagus. Semoga makin banyak warga yang memanfaatkannya untuk hidup lebih sehat,” katanya.

Keberhasilan menyelesaikan lari 24 jam itu tak lepas dari dukungan keluarga. Paman Ridwan menyampaikan terima kasih kepada istri dan anak-anaknya yang terus memberi semangat. Selain itu, banyak rekan dan komunitas yang turut hadir di lokasi untuk memberikan dukungan langsung.

Saat ditanya, apakah ada tantangan berikutnya? Paman Ridwan hanya menjawab. “Belum ada, tunggu wangsit saja,” ucapnya.

Namun satu hal yang pasti, semangatnya untuk mengajak masyarakat terus bergerak dan menjaga kesehatan tampaknya belum akan berhenti. (HSY)

The post Paman Ridwan Sukses Lari 24 Jam 100 KM di Stadion Bima Cirebon appeared first on About Cirebon.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *