Pemkot Cirebon Luncurkan Manajemen Talenta ASN untuk Wujudkan Aparatur Profesional

Cirebon – Perjalanan panjang Pemerintah Kota Cirebon dalam membenahi tata kelola birokrasi memasuki babak penting. Pada Selasa (23/12/2025), Pemerintah Kota Cirebon secara resmi meluncurkan Penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cirebon.

Peluncuran ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan wujud komitmen berkelanjutan untuk membangun sistem kepegawaian yang sehat, adil, dan profesional. Melalui manajemen talenta, setiap ASN dinilai dan dikembangkan secara objektif berdasarkan kompetensi, kinerja, serta potensi, tanpa ruang bagi subjektivitas.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari visi jangka panjang reformasi birokrasi yang telah dirancang sejak 2021. Menurutnya, sistem ini menjadi kunci agar roda pemerintahan dijalankan oleh aparatur yang tepat sesuai kapasitasnya.

“Kegiatan hari ini sejatinya bukan sekadar seremoni peluncuran, melainkan perwujudan dari komitmen panjang kita untuk membangun sistem kepegawaian yang lebih sehat, adil, dan profesional,” ujar Effendi Edo.

Ia menambahkan, dengan dibukanya sistem yang transparan, kebijakan rotasi, mutasi, hingga promosi jabatan tidak lagi dilakukan secara spekulatif. Seluruh proses kini berbasis data dan penilaian yang terukur.

“Saya ingin memastikan orang yang tepat berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Dengan begitu, produktivitas organisasi meningkat dan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Cirebon menjadi lebih optimal,” tegasnya.

Wali Kota juga menginstruksikan para kepala perangkat daerah untuk bertanggung jawab penuh dalam memvalidasi data pegawai serta aktif mendorong pengembangan kompetensi ASN di unit kerja masing-masing. Ia menekankan bahwa keberhasilan sistem merit sangat bergantung pada kejujuran data dan keterlibatan pimpinan.

“Hal ini penting agar sistem merit benar-benar berkelanjutan dan tidak hanya menjadi tren sesaat,” tuturnya.

Kepada seluruh ASN, Effendi Edo berpesan agar penerapan manajemen talenta dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan prestasi. Dengan sistem yang transparan dan terukur, jalur karier pegawai kini terbuka lebar bagi mereka yang menunjukkan kompetensi dan dedikasi terbaik.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kantor Regional III BKN Bandung atas pendampingan intensif yang telah diberikan.

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi birokrasi Kota Cirebon agar semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” ungkapnya.

Dukungan juga disampaikan Kepala Kantor Regional III BKN Wilayah Jawa Barat dan Banten, Wahyu. Ia mengapresiasi langkah Pemkot Cirebon yang dinilai sejajar dengan instansi-instansi maju lainnya dalam penerapan reformasi birokrasi berbasis digital.

“Langkah ini selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam penguatan birokrasi melalui reformasi dan transformasi digital. Kota Cirebon telah menunjukkan keseriusannya,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati, menjelaskan bahwa penerapan manajemen talenta ASN didukung landasan hukum yang kuat, yakni Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 240 Tahun 2025 dan Keputusan Kepala BKN Nomor 797 Tahun 2025. Sistem ini dijalankan melalui lima tahapan utama, mulai dari penguatan kelembagaan hingga implementasi dalam pengisian jabatan.

Ia mengungkapkan, sejak 2019 hingga 2025, BKPSDM telah melakukan pemetaan dan profiling kompetensi terhadap 1.461 ASN. Seluruh data tersebut terintegrasi dalam aplikasi “SIMANTAN Terindah” yang terhubung langsung dengan Sistem Informasi ASN (SIASN) BKN.

“Hal ini menegaskan bahwa manajemen talenta di Kota Cirebon tidak berhenti pada pengolahan data, tetapi sudah menjadi dasar nyata dalam pengambilan keputusan organisasi,” jelas Sri Lakshmi.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa hasil pemetaan talenta telah diuji coba pada proses rotasi dan mutasi ASN pada Oktober dan November 2025. Keberadaan Assessment Center yang objektif menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap talenta yang muncul memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan organisasi.

“Semoga penerapan manajemen talenta ASN ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas, dan berdedikasi bagi kemajuan Kota Cirebon,” harapnya.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *