Program Pak Rahman: Solusi Ketahanan Pangan Dampak El Nino
ARAH SEMARANG – Dampak fenomenal El Nino tidak hanya memunculkan kekeringan panjang yang berakibat pada krisis air bersih, tetapi juga ketersediaan bahan pangan di masyarakat.
Di Kota Semarang sendiri, pemerintah memiliki program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) sebagai upaya untuk mengatasi persoalan ketersediaan pangan selama kekeringan melanda. Sehingga, krisis pangan akibat El Nino ini dirasa tidak terlalu mengancam
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, program Pak Rahman yang selama ini sudah rutin dilakukan Pemkot Semarang memiliki banyak efek positif.
Selain menekan angka inflasi, program ini juga mampu mempertahankan ketahanan pangan di Kota Semarang.
“Paling tidak dengan adanya Pak Rahman yang sewaktu-waktu bisa diadakan dan diminta masyarakat apalagi dengan mobil Pak Rahman bisa masuk ke pelosok maka bisa mengurangi spekulan yang mencoba bermain. Sehingga ketersediaan bahan pangan murah bisa mencukupi masyarakat,” kata Bambang.
Diakui Bambang, saat ini beras, daging ayam, dan telur ayam adalah kebutuhan pangan yang paling tinggi dan harus didatangkan dari kabupaten/kota sekitar Semarang.
Pasalnya, Kota Semarang hanya mampu memproduksi beras sekitar 11 persen saja. Sehingga, sisanya didapatkan dari Kabupaten lain seperti Grobogan, Kabupaten Semarang dan Kendal.
“Supplay beras selama ini dari Grobogan, Kabupaten Semarang dan Kendal. Kalau yang paling banyak kemarin diambil dari Grobogan,” bebernya.
Karena tingginya kebutuhan beras yang diambil dari luar Kota Semarang, pihaknya lantas membuat kerjasama dengan daerah lain agar bisa rutin mensupplai beras ke Kota Semarang.
“Saya bikin konsep kerjasamanya berkelanjutan karena ternyata daerah sekitar Semarang yang produksi berasnya banyak sering mendistribusikan nya ke Jakarta dan Surabaya jadi mereka tahunya Semarang dah cukup. Sehingga kita bikin perjanjian kerjasama,” paparnya.
Terkait dengan larangan impor beras dari India, pihaknya mengaku bahwa hal tersebut tidak berdampak di Kota Semarang. Karena memang penghasil beras di sekitar Kota Semarang bisa mencukupi stok tersebut.
Selain beras, daging ayam dan telur ayam juga disupplai dari luar wilayah Kota Semarang. Meski demikian, untuk kebutuhan daging sapi, Kota Semarang masih cukup aman karena mampu memproduksi sendiri daging sapi.
“Kerjasama dengan daerah sekitar yang kita kejar itu beras, daging ayam dan telur ayam,” tandasnya.
Bambang menyampaikan pada APBD perubahan 2023, telah dianggarkan untuk pengadaan mobil pasar murah.***












