Target 5 Juta Wisatawan Tahun 2026, Disbudpar Kota Cirebon Tata Pecinan hingga Titik Nol Kilometer

Cirebon,- Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 5 juta orang pada tahun 2026.

Target tersebut sejalan dengan upaya penguatan sektor pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan pengembangan kawasan kota tua.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengatakan target tersebut optimistis dapat tercapai dengan berbagai program pengembangan destinasi dan peningkatan kualitas event pariwisata.

“Target kunjungan wisatawan tahun 2026 kami pasang di angka 5 juta. Untuk mencapainya, kami fokus pada pengembangan wisata kota tua serta peningkatan kualitas event yang ada,” ujar Agus saat ditemui About Cirebon, Selasa (26/1/2026).

Agus menjelaskan, pengembangan kawasan kota tua menjadi salah satu prioritas utama Disbudpar. Kawasan tersebut meliputi Pecinan, Lapangan Kebumen, hingga rencana pembangunan tugu titik nol kilometer di area Lapangan Kebumen sebagai ikon baru wisata Kota Cirebon.

“Konsep pengembangan kota tua sudah mulai berjalan. Kawasan Pecinan tinggal penguatan penataan kawasan. Kemudian Lapangan Kebumen akan dikembangkan, termasuk pembangunan tugu titik nol kilometer,” jelasnya.

Untuk kawasan Pecinan, kata Agus, Disbudpar akan melakukan penataan sesuai fungsi kawasan dengan konsep wisata tematik. Beberapa program yang disiapkan antara lain aktivasi night market, penataan pedagang, hingga pengelolaan area parkir untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

“Pecinan akan dihidupkan dengan konsep tematik, seperti night market, penataan PKL, serta pengaturan parkir agar lebih tertib dan ramah wisatawan,” kata Agus.

Sementara itu, Lapangan Kebumen akan diarahkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya. Sejumlah kegiatan kesenian sudah mulai digelar, termasuk pertunjukan seni di Gedung Bundar.

Ke depan, menurut Agus, Lapangan Kebumen akan dikelola langsung oleh Disbudpar sebagai kawasan pasar seni dan ruang ekspresi budaya.

“Di Kebumen, aktivitas seni sudah mulai berjalan. Pertunjukan kesenian sudah kita mulai, dan ke depan kawasan ini akan menjadi pusat kegiatan seni budaya yang dikelola Disbudpar,” ungkapnya.

Selain pengembangan destinasi, Disbudpar juga berkomitmen untuk terus meng-upgrade event-event pariwisata yang ada, baik dari sisi konsep, kualitas penyelenggaraan, maupun daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Event-event akan terus kami tingkatkan kualitasnya. Ini menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon,” pungkas Agus. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *