Wacana Asuransi Wajib Picu Kekhawatiran Pengemudi Transportasi Online

Wacana Asuransi Wajib Picu Kekhawatiran Pengemudi Transportasi Online

BisnisCirebon.com – Asuransi menjadi elemen penting dalam operasional layanan transportasi online, karena mampu memberikan perlindungan bagi pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan.

Platform e-hailing Maxim selama ini juga telah menyediakan perlindungan melalui Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI), yang memberikan santunan kecelakaan bagi mitra pengemudi maupun penumpang yang menggunakan layanan Maxim.

Selain itu, mitra pengemudi juga dapat memperoleh perlindungan tambahan melalui program BPJS Ketenagakerjaan secara sukarela, tanpa kewajiban perusahaan. Namun, rencana pemerintah untuk menerapkan asuransi wajib bagi seluruh pengemudi transportasi online memunculkan sejumlah kekhawatiran, terutama terkait beban biaya dan waktu operasional.

Pertama, kebijakan asuransi wajib dinilai berpotensi meningkatkan biaya operasional pengemudi. Jika penerapannya mewajibkan pengemudi membayar premi asuransi tertentu, maka dana tersebut harus diambil dari pendapatan harian mereka. Hal ini akan berdampak pada penurunan pendapatan bersih, apalagi bagi pengemudi yang harus membayar premi di luar jam kerja.

Kedua, kewajiban mengikuti program asuransi juga dapat memperpanjang proses kerja pengemudi. Mereka harus menjalani pemeriksaan teknis kendaraan, pelatihan berkala, hingga penegasan status profesional sebagai pengemudi.

Proses administratif tersebut memerlukan waktu yang tidak sedikit, sehingga mengurangi waktu mereka di jalan untuk mencari penghasilan. Pengemudi juga tidak dapat kembali bekerja sebelum seluruh persyaratan dipenuhi.

Ketiga, kebijakan ini berpotensi mengganggu operasional akun mitra pengemudi. Mereka yang tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi asuransi wajib dapat mengalami pembatasan akses atau gangguan pada akun, yang pada akhirnya menghambat aktivitas kerja sehari-hari.

Keempat, Maxim mencatat bahwa lebih dari separuh mitranya merupakan pekerja paruh waktu atau part-time. Kelompok ini akan paling merasakan dampak finansial dari penerapan asuransi wajib, karena premi asuransi menjadi beban tambahan di luar pendapatan utama. Selain itu, kewajiban tersebut dapat mengurangi fleksibilitas mereka untuk menjalankan pekerjaan lain maupun menggunakan beberapa aplikasi sekaligus.

Dalam jangka panjang, pemberlakuan asuransi wajib diperkirakan dapat menurunkan jumlah pengemudi aktif. Pengemudi yang tidak mampu memenuhi seluruh persyaratan tambahan berisiko kehilangan kesempatan untuk menambah penghasilan keluarga, terutama mereka yang hanya bekerja beberapa jam per hari.

“Maxim telah memberikan program perlindungan YPSSI untuk mitra pengemudi yang mencakup santunan kecelakaan, kematian, atau musibah lainnya. Kami juga terus mendorong pengemudi untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan perlindungan ekstra. Oleh karena itu, kami menilai skema asuransi sukarela adalah solusi terbaik agar tidak membebankan pengemudi terhadap persyaratan administrasi maupun beban pengeluaran tambahan,” ujar Dirhamsyah, Director Development Maxim Indonesia.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Maxim menilai bahwa pendekatan sukarela lebih tepat diterapkan untuk menjaga keberlanjutan pendapatan pengemudi, fleksibilitas kerja, serta kelancaran operasional layanan transportasi online.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *