36 Mahasiswa Malaysia Ikuti KKN Internasional di Desa Cirebon

BisnisCirebon.com – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon resmi menerima peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Internasional Community Service periode Agustus Tahun Ajaran 2025/2026.

Peserta program ini berasal dari Universiti Utara Malaysia (UUM) dan Universiti Sains Malaysia (USM). Acara penerimaan berlangsung di Auditorium Kampus I UGJ, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Selasa (19/8/2025).

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., menegaskan kegiatan KKN internasional bukan hanya sekadar pengabdian masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran lintas budaya.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan dalam situasi nyata. Mereka belajar dari masyarakat, berbagi ilmu, sekaligus memperluas wawasan internasional. Program ini adalah simbol kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia,” jelas Prof. Mukarto.

Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., menambahkan bahwa program KKN internasional menjadi bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu untuk memberikan solusi nyata di lapangan, terutama di desa. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat persahabatan antarbangsa serumpun Melayu,” ujar Prof. Achmad Faqih.

Ketua Pelaksana KKN UGJ, Dr. Ipik Permana, menyampaikan bahwa jumlah peserta dari Malaysia mencapai 36 mahasiswa, terdiri dari 21 mahasiswa UUM dan 15 mahasiswa USM.

“Mereka akan menjalani KKN Internasional selama tiga hari dua malam di Desa Cibereum dan Desa Linggamekar. Selama kegiatan, seluruh mahasiswa tinggal di rumah warga agar lebih dekat dengan masyarakat,” terangnya.

BACA JUGA :  Apresiasi Kreativitas Warga, Polresta Cirebon Dukung Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan

Kegiatan KKN internasional ini diharapkan dapat menjadi sarana pengabdian global, memperkuat jejaring antaruniversitas, sekaligus membuka ruang kerja sama internasional di bidang pendidikan. Makin Tahu Indonesia.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *