Triwulan II 2025, Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Ciayumajakuning Tumbuh Positif

Triwulan II 2025, Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Ciayumajakuning Tumbuh Positif

Bisniscirebon.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menilai stabilitas sektor jasa keuangan Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning) per Triwulan II Tahun 2025 sampai dengan periode pertengahan Triwulan III Tahun 2025 dalam kondisi stabil dengan fungsi intermediasi yang cukup baik.
Kepala OJL Cirebon Agus Muntholib mengatakan, kinerja 18 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Ciayumajakuning per Juli 2025 mengalami pertumbuhan positif baik secara yoy, ytd, maupun mtm yang tercermin dari beberapa indikator.

Penyaluran kredit sampai dengan Juli 2025 secara yoy mengalami kontraksi sebesar 2,21 persen menjadi Rp2,05 triliun. Namun secara ytd, kinerja kredit menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,49 persen. Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut diiringi dengan penurunan porsi kredit macet yang ditunjukkan oleh rasio NPL, secara yoy dan ytd rasio NPL mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,10 persen dan 1,67 persen.

“Pertumbuhan aset pada Juli 2025 secara yoy mengalami apresiasi sebesar 0,03 persen menjadi Rp2,72 triliun, walaupun di awal tahun 2025 sampai dengan Juli 2025 (ytd) mengalami kontraksi sebesar 0,03 persen,” katanya ditemui usai Bincang Asik Seputar Jasa Keuangan (BANCAKAN), Jumat (19/9/2025).

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) oleh BPR menunjukan sedikit kontraksi baik  secara yoy maupun ytd masing-masing sebesar 0,96 persen dan 0,34 persen. Sampai dengan Juli 2025, penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp2,18 triliun.

Dari sisi rentabilitas, per Juli 2025, BPR berhasil meningkatkan rasio ROA sebesar 3,12 persen sehingga secara yoy dan ytd terjadi  apresiasi sebesar 5,34 persen dan 5,32 persen. Sejalan dengan penurunan rasio BOPO yang menunjukkan efisiensi biaya operasional BPR, terjadi penurunan BOPO secara yoy sebesar 37,60 persen menjadi 79,98 persen.

“Indikator positif lainnya tercermin dari permodalan BPR yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR) masih terjaga walaupun mengalami kontraksi sebesar 7,96 persen yoy menjadi 16,21 persen,” ujarnya.

Secara sektoral, terdapat lima sektor ekonomi yang menjadi fokus penyaluran Kredit BPR di Ciayumajakuning yaitu sektor Bukan Lapangan Usaha-Lainnya sebesar 48,37 persen atau Rp993,18 miliar; sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 34,26 persen atau Rp703,41 miliar; sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan sebesar 4,19 persen atau Rp86,08 miliar; sektor konstruksi sebesar Rp69,62 miliar atau 3,39 persen; dan sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya sebesar Rp62,62 miliar atau 3,05 persen.

Secara regional, porsi penyaluran Kredit BPR di Ciayumajakuning terhadap penyaluran kredit BPR di Jawa Barat per Juli 2025 sebesar 11,06 persen, DPK yang dihimpun BPR di Ciayumajakuning sebesar 12,74 persen, dan porsi aset BPR di Ciayumajakuning sebesar 10,83 persen terhadap aset BPR di Jawa Barat.

“OJK Cirebon terus mendorong dan melakukan monitoring penerapan POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan di seluruh BPR yang berada di bawah pengawasan Kantor OJK Cirebon,” pungkasnya.(Regina

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *