Polisi Bekuk Spesialis Curanmor Antar Daerah
Bisniscirebon.com: Pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor kembali dilakukan jajaran Polres Cirebon Kota, di mana pada Rabu (22/04/2026) pukul 09.00 WIB bertempat di ruangan Kasat Reskrim, disampaikan bahwa seorang pelaku spesialis curanmor lintas wilayah berhasil diamankan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan intensif oleh tim kepolisian.
Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Cirebon Kota Iptu Deny Arisandy, menjelaskan bahwa proses penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan pendalaman terhadap sejumlah laporan masyarakat terkait maraknya pencurian sepeda motor di beberapa lokasi berbeda, hingga akhirnya mengarah pada satu nama yang diduga kuat sebagai pelaku utama.
Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, tim bergerak cepat dan pada Senin (13/04/2026) sekitar pukul 08.30 WIB berhasil mengamankan pelaku di kawasan Jalan Raya Pantura Desa Kanci, tepatnya di lampu merah pertigaan akses masuk tol Kanci, saat pelaku sedang berboncengan dengan rekannya yang kini masih dalam pencarian.
Saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak berkutik dan langsung diamankan berikut barang bukti yang dibawa, kemudian dilakukan pemeriksaan awal yang mengungkap bahwa pelaku merupakan residivis dan telah berulang kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di berbagai wilayah.
Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah melakukan lebih dari 15 kali aksi pencurian di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, serta sekitar 20 kali di wilayah lain seperti Majalengka, Cirebon, Tegal hingga Brebes, dengan modus menggunakan kunci letter T untuk merusak kunci kendaraan yang diparkir di tempat sepi maupun halaman rumah.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Adam Gana, menjelaskan bahwa pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 477 KUHPidana, dengan pidana penjara maksimal 7 tahun atau denda kategori V (maksimal Rp500 juta), perbuatannya dilakukan secara berulang dan meresahkan masyarakat luas.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kunci letter T beserta gagangnya, pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi, serta perlengkapan lain yang digunakan untuk mendukung aksi kejahatannya.
Selain itu, kepolisian juga telah menetapkan dua orang lainnya sebagai daftar pencarian orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, termasuk satu orang yang berperan sebagai penadah hasil curian, sehingga pengembangan kasus masih terus dilakukan.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat para korban berasal dari berbagai latar belakang masyarakat dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah, sehingga kehadiran aparat dalam mengungkap kasus ini memberikan rasa keadilan sekaligus efek jera bagi pelaku kejahatan serupa.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih waspada dalam memarkirkan kendaraan serta tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan melalui Layanan Polisi 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas demi menjaga keamanan bersama.(Regina)














