Diproduseri Iko Uwais, Film Ikatan Darah Siap Guncang Bioskop
BisnisCirebon – Film aksi nasional Ikatan Darah resmi diperkenalkan kepada publik melalui penayangan spesial di Cirebon, Sabtu (25/04/2026). Film produksi Uwais Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 30 April 2026.
Disutradarai oleh Sidharta Tata, film ini menghadirkan aksi bela diri yang intens dengan sentuhan khas pencak silat, dipadukan dengan kisah keluarga yang sarat konflik dan pengorbanan.
Dalam ceritanya, tokoh Mega yang diperankan Livi Ciananta digambarkan sebagai mantan atlet bela diri yang kini hidup sederhana. Kehidupannya berubah ketika sang adik, Bilal yang diperankan Derby Romero, terjerat masalah utang hingga terlibat kasus serius dan diburu kelompok gangster. Demi menyelamatkan keluarganya, Mega kembali ke dunia pertarungan yang pernah ia tinggalkan.
Film ini juga diperkuat deretan aktor seperti Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Rama Ramadhan, Agra Piliang, hingga Ismi Melinda. Sementara itu, film ini diproduseri oleh Iko Uwais yang dikenal dengan karya aksi berkelas internasional.
“Film ini bukan sekadar menyajikan aksi, tapi juga emosi tentang keluarga dan pilihan hidup. Kami ingin penonton merasakan kedekatan dengan karakter sekaligus ketegangan di setiap adegan,” ujar Sidharta Tata.
Iko Uwais juga menegaskan komitmennya menghadirkan kualitas aksi terbaik dengan identitas lokal.
“Kami berusaha menampilkan standar aksi tinggi dengan tetap mengangkat pencak silat sebagai kekuatan utama,” tegasnya.
Film ini sebelumnya mendapat sambutan positif saat diputar di Fantastic Fest 2025 dan juga tampil di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2025, bahkan meraih penghargaan Desain Produksi Terbaik.
Dari sisi produksi, film ini melibatkan sekitar 150 petarung dan stuntman lokal untuk menciptakan adegan laga yang autentik. Lokasi syuting yang menantang, mulai dari gang sempit hingga adegan ekstrem di atas atap rumah, turut memperkuat intensitas visual.
Tak hanya aksi, film ini juga mengangkat nilai emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi jumpa pers di kawasan Plered, Kabupaten Cirebon, para pemain berbagi pengalaman selama proses produksi.
Abdurrahman Arif yang memerankan Boris menegaskan bahwa inti cerita film ini adalah ikatan persaudaraan yang luas.
“Persaudaraan itu nggak cuma soal hubungan darah, tapi juga ikatan yang terbangun dari persahabatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, film ini juga mengangkat isu sosial seperti ekonomi dan premanisme yang kerap ditemui di masyarakat, sehingga terasa relevan bagi penonton.
Sementara itu, Livi Ciananta mengungkapkan bahwa para pemain menjalani latihan intens selama hampir tiga bulan demi menghasilkan kualitas akting dan aksi yang maksimal.
“Setiap hari kami latihan sekitar delapan jam. Ini bentuk komitmen kami menghadirkan karya terbaik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ismi Melinda yang menekankan pentingnya membangun chemistry antar pemain melalui workshop panjang. Bahkan, Agra Piliang mengaku sempat terbawa emosi saat menyaksikan hasil akhir film.
“Saya sampai nangis saat nonton premiere. Prosesnya panjang, tapi itu jadi kekuatan film ini,” katanya.
Usai acara, para pemain menyempatkan diri menyapa penonton dan berfoto bersama, yang disambut antusias oleh penggemar. Antusiasme ini menjadi sinyal kuat bahwa Ikatan Darah tak hanya menawarkan aksi, tetapi juga cerita yang menyentuh dan relevan dengan kehidupan masyarakat.**














