Program “Ngasih Gaji Mertua” di Cirebon, Sentuh Kehidupan ODGJ
BisnisCirebon – Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, perhatian terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kerap terabaikan. Namun di Kelurahan Sukapura, Kota Cirebon, pendekatan berbeda justru dihadirkan melalui program sosial bertajuk “Ngasih Gaji Mertua” (Jangan Sisihkan Gangguan Jiwa, Mereka Butuh Bantuan Kita).
Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga yang mengalami gangguan mental, sekaligus upaya menghapus stigma negatif yang selama ini melekat di masyarakat.
Lurah Sukapura, Diza Setya Aji Pambudi, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih adanya pengucilan terhadap ODGJ.
“Program ini kami bangun dengan semangat gotong royong. Kami tidak ingin ada warga yang merasa sendirian, apalagi mereka yang sedang mengalami depresi atau gangguan jiwa,” ujarnya, Rabu (29/04/2026).
Sebagai langkah awal, pihak kelurahan melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga yang mengalami gangguan mental. Proses ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kampung KB, tenaga kesehatan, hingga perangkat wilayah seperti RT dan RW.
Setelah data terkumpul, monitoring dilakukan secara rutin setiap bulan bersama puskesmas setempat. Selain itu, pengawasan harian juga dilakukan oleh kader kesehatan dan lingkungan untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau.
“Pendampingan ini bukan hanya formalitas. Kami ingin memastikan mereka benar-benar mendapatkan perhatian secara berkelanjutan,” kata Diza.
Tidak hanya fokus pada pemeriksaan kesehatan, program ini juga menekankan perawatan menyeluruh. Petugas dan relawan secara aktif membantu menjaga kebersihan diri ODGJ, mulai dari memandikan, memotong rambut, hingga merawat kebersihan kuku.
“Kami ingin mereka diperlakukan layak, tidak dipandang sebelah mata. Dengan kondisi yang bersih dan sehat, stigma negatif diharapkan bisa perlahan hilang,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Kelurahan Sukapura juga menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga kemasyarakatan, tenaga kesehatan, hingga instansi terkait. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, koordinasi dilakukan dengan rumah sakit dan dinas sosial.
“Kolaborasi ini menjadi kunci agar setiap warga yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing,” tegasnya.
Lebih dari sekadar program, “Ngasih Gaji Mertua” menjadi gerakan kemanusiaan yang mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap ODGJ. Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu membangun lingkungan yang inklusif, di mana setiap warga mendapatkan hak untuk hidup layak dan dihargai. Makin Tahu Indonesia.














