BBPMP Jabar Tinjau TKA SD di Cirebon, Hasilnya Bakal Jadi Acuan Perbaikan Pembelajaran

BBPMP Jabar Tinjau TKA SD di Cirebon, Hasilnya Bakal Jadi Acuan Perbaikan Pembelajaran

BisnisCirebon – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat (BBPMP) melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon, Senin (20/4/2026).

Pemantauan ini dipimpin langsung oleh Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari, sebagai bagian dari monitoring pelaksanaan kebijakan TKA yang digelar serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan TKA secara nasional, dan kami hadir di Kota Cirebon untuk memastikan pelaksanaannya berjalan lancar,” ujar Komalasari saat meninjau di SDN Kartini Kota Cirebon.

Selain memantau pelaksanaan TKA, BBPMP juga melakukan monitoring terhadap program prioritas kementerian, termasuk program revitalisasi pendidikan.

Komalasari menjelaskan, TKA bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia, khususnya pada jenjang SD. Fokus utama penilaian mencakup mata pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia sebagai indikator kemampuan literasi dan numerasi.

“Melalui TKA ini, kita ingin melihat capaian akademik siswa, terutama pada mata pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia yang mencerminkan kemampuan literasi dan numerasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil TKA nantinya akan dimanfaatkan sebagai salah satu komponen dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi. Nilai tersebut akan dikombinasikan dengan nilai rapor untuk menjaga keseimbangan dalam proses seleksi.

Meski demikian, Komalasari menegaskan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Penilaian kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing sekolah.

“TKA ini bukan penentu kelulusan. Ini adalah salah satu bentuk asesmen dari pemerintah pusat, di samping penilaian yang dilakukan oleh sekolah,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, BBPMP berperan aktif sejak tahap perencanaan hingga implementasi. Mulai dari memastikan kesiapan sarana dan prasarana, koordinasi dengan dinas pendidikan terkait pendaftaran peserta, hingga pelaksanaan uji coba dan geladi bersih.

“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik, termasuk kesiapan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan TKA,” ungkapnya.

Pelaksanaan TKA sendiri dilakukan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat SMA telah digelar pada November tahun lalu, disusul SMP pada awal April, dan kini memasuki pelaksanaan untuk jenjang SD pada pekan ketiga April 2026.

Melalui TKA, pemerintah berharap memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kemampuan akademik siswa di Indonesia. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merancang intervensi pendidikan, mulai dari peningkatan kapasitas guru hingga perbaikan sistem pembelajaran.

“Dari hasil pemetaan ini, kita bisa mengetahui langkah apa yang perlu diperbaiki, baik dari sisi pembelajaran maupun penguatan kompetensi guru,” pungkas Komalasari. Makin Tahu Indonesia.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *