Budayawan Cirebon-Tionghoa Perkenalkan Fungsi Pasar Tradisional
Bisniscirebon.com: Sedih ketika berkunjung ke pasar pagi Cirebon, yang terletak di jalan Siliwangi hingga ke Sukalila Utara dan Pamitran, di pasar pagi banyak Los yang tutup padahal dulu dari tahun 1925 pasar pagi tidak pernah sepi selama 24 jam selalu ramai.
Budayawan Cirebon-Tionghoa Jeremy Huang Wijaya mengaku, tidak tahu persis sejak kapan Pasar Pagi yang terletak di Jalan Siliwangi ada.
“Saya tidak tahu pasti sejak kapan keberadaan pasar pagi.
Pada tahun 1925 -1976 bentuknya seperti Ruko, jadi bukan hanya sebagai toko tetapi juga sebagai rumah tinggal. Umumnya rumah di kompleks Pasar Pagi dimiliki oleh Gouw Tjin Hwat Tuan Tanah yang kaya sejak tahun 1920- 1970,” katanya , Kamis (26/6/2025).
Pasar pagi sejak masa kolonial strategis tempatnya karena dekat dengan kantor pemerintahan dan pelabuhan. Sampai saat ini tidak tahu secara pasti sejak kapan keberadaan pasar pagi.
“Yang pasti kakek saya Kwee Kwan Soen bersama istri pertamanya Liem Pat Nio sudah berdagang di Pasar Pagi sejak tahun 1925 dan Kwee Kwan Soen memiliki anak pertama yaitu ibu saya Kwee San Nio lahir di pasar pagi tahun 1932 dari istri kedua yaitu Arniti,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, apakah yang dimaksud dengan pasar tradisional? Pasar tradisional adalah tempat transaksional yang menjual kebutuhan sehari-hari yaitu sembako, sayur sayuran, bumbu dapur,, buah buahan, dan pakaian.
Di dalam pasar tradisional ada namanya Los (petian karena bentuk bangunan nya hampir mirip peti) dan Kios biasanya Los untuk pedagang sayur-sayuran, daging, buah buahan, ikan dan bumbu dapur. Kios biasanya tempat untuk jualan beras, sembako.
Pasar tradisional juga adalah Pasar Rakyat karena umumnya pengunjung dan pembeli berasal dari penghasilan rendah, kelas bawah.
“Dulu pasar tradisional menjadi tolak ukur kesejahteraan suatu kota. Dulu pasar tradisional selalu ramai pengunjung, kini kehadiran supermarket dan On line membuat perdagangan di pasar tradisional menjadi redup dan sepi,” tuturnya.
Dari segi Ekonomi fungsi Pasar Tradisional Sebagai tempat transaksi jual beli sehari-hari, mendukung kegiatan ekonomi rakyat bawah.
Sosial: Menjadi pusat interaksi sosial dari berbagai tingkat pendidikan, suku, dan dari berbagai jabatan profesi, tempat masyarakat berkumpul dan berinteraksi.
“Sedangkan dari sisi budaya Pasar tradisional mencerminkan nilai-nilai budaya lokal dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” pungkasnya.(Regina)














