Disbudpar Kota Cirebon Rancang Sinergi Festival Pesisiran dengan Kabupaten

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi menetapkan Festival Pesisiran atau Sedekah Laut sebagai agenda tahunan dalam Kalender Event Kota Cirebon.

Festival yang menjadi salah satu atraksi budaya unggulan ini menggabungkan tiga kampung nelayan di Kota Cirebon, yakni Kampung Samadikun, Kampung Pesisir, dan Kampung Cangkol.

Jika sebelumnya setiap kampung menggelar tradisi Sedekah Laut secara terpisah, kini seluruhnya disatukan dalam satu perayaan besar bertajuk Festival Pesisiran Kota Cirebon.

Tradisi Sedekah Laut atau Nadran merupakan bentuk rasa syukur masyarakat pesisir atas limpahan hasil laut yang diberikan Tuhan selama setahun.

Dalam pelaksanaannya, ritual ini tidak hanya sarat dengan nilai spiritual, tetapi juga mengandung unsur budaya, tradisi, dan kebersamaan sosial yang kuat.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya menjelaskan pihaknya tengah berupaya memperluas kolaborasi agar Festival Pesisiran ke depan bisa digelar bersama dengan kampung-kampung nelayan di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Di Kabupaten Cirebon banyak sekali kampung nelayan yang juga memiliki tradisi Sedekah Laut. Kami akan coba berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar pelaksanaannya bisa disatukan, tentu dengan menyesuaikan jadwal di masing-masing wilayah,” ujar Agus kepada About Cirebon, Sabtu (18/10/2025).

Agus menambahkan, jika sinergi ini terwujud, maka arak-arakan Festival Pesisiran bisa mengambil rute yang lebih panjang dan simbolik, misalnya dari Gunung Jati menuju Balai Kota Cirebon atau sebaliknya.

“Dengan begitu dua daerah bisa terlibat langsung. Namun, untuk ritualnya tetap disesuaikan dengan adat dan tradisi di wilayah masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Agus juga mengingatkan bahwa tradisi Nadran yang menjadi inti dari Festival Pesisiran pada tahun 2024 telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional.

“Tahun lalu, tradisi Nadran resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional. Jadi bukan hanya Cirebon, tapi diakui sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” tandasnya. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *