Mahasiswa FEB UGJ Cirebon Ungkap Taktik Digital Marketing dan Branding Etnik Batik Salma

Cirebon – Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Program Studi Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), melaksanakan kegiatan kunjungan industri dan observasi lapangan ke Toko & Resto Batik Salma, sebuah UMKM terpadu yang menggabungkan usaha oleh-oleh khas Cirebon, kerajinan batik, dan kuliner tradisional dalam satu lokasi.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin (6/7/2025), di Jl. Raya Kedawung No.15, Battembat, Kec. Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Batik Salma tidak hanya dikenal sebagai toko batik yang menjual berbagai jenis kain, baju, daster, dan aksesoris berbahan batik, tetapi juga sebagai pusat oleh-oleh khas Cirebon seperti keripik, kacang, rempeyek, dan aneka makanan khas cirebon lainnya.

Produk makanan ringan ini diolah secara tradisional tanpa menggunakan minyak dan tanpa kompor gas, melainkan dengan kayu bakar, untuk menjaga rasa autentik dan alami dari olahan khas Cirebon.

Sementara itu, Resto Salma yang berada dalam area yang sama, menyajikan makanan khas Cirebon seperti empal gentong, empal asem, sate, dan nasi jamblang, bahkan tersedia makanan khas daerah timur yaitu nasi kebuli yang membedakan dengan resto batik lainnya.

Semua menu diolah langsung oleh chef profesional dengan menggunakan bahan berkualitas, namun tetap mempertahankan cita rasa tradisional dan khas daerah.

Kegiatan observasi ini diikuti oleh mahasiswa: Ayu Lestari, Saffana Magviro Rahmadhoni, Mila Rismawati, Septiyan Hadiwijaya, Putri Zahra Ikhwani, Cyntia Debi Debora, Hildan Reiza Ramdani, Jhosep Dodikarlov, Fauzy Rahman Nurdin, dan Rizal Zaelani.

Dalam sesi wawancara, pihak pengelola menjelaskan bahwa produk batik dan oleh-oleh ringan sudah dipasarkan secara online melalui berbagai platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan website resmi Batik Salma.

Namun untuk produk oleh-oleh makanan ringan, saat ini hanya tersedia untuk pembelian langsung (offline), karena mempertimbangkan kualitas saji dan kesegaran makanan.

Dari sisi harga, batik di Batik Salma disesuaikan dengan kualitas bahan dan proses pembuatannya. Untuk menjangkau kalangan menengah ke bawah, tersedia batik dengan kombinasi bahan grade B, namun tetap memiliki desain menarik.

Penetapan harga juga dilakukan dengan mempertimbangkan harga pasar dan kompetitor di sekitar kawasan wisata Trusmi. Selain itu, harga oleh-oleh dan makanan ringan pun dihitung dari biaya bahan baku dan ongkos kerja pengrajin lokal.

Yang menarik, Batik Salma sangat aktif dalam memberdayakan pengrajin lokal dan UMKM binaan. Hal ini menjadi bagian dari misi sosial mereka untuk mendukung pengembangan SDM lokal dan menjaga warisan budaya batik Cirebon.

Dalam hal promosi, Batik Salma memiliki tim pemasaran sendiri yang bertugas mengikuti trend digital, mengelola media sosial, serta menjalin kerja sama dengan konten kreator lokal.

Branding mereka dikenal dengan slogan: “Cirebonan Khas, Rasa Berkelas”, yang tercermin dari penataan
toko bernuansa etnik-modern, tampilan produk yang rapi dan menarik, serta pelayanan yang ramah.

Menurut Mas Dani Romadhona, selaku wakil HRD toko dan resto batik salma, kunci utama dalam menjalankan bisnis adalah konsistensi. Ia berpesan kepada mahasiswa bahwa untuk mempertahankan usaha, pelaku UMKM harus konsisten dalam menjaga kualitas produk, harga, pemasaran, dan pelayanan, serta tidak mudah menyerah menghadapi persaingan pasar.

Mahasiswa mencatat bahwa pendekatan bisnis yang diterapkan Salma mencerminkan konsep relationship marketing, yaitu membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui pengalaman berbelanja yang menyenangkan, produk berkualitas, dan nilai lokalitas yang kuat.

Kunjungan ini memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa tentang bagaimana UMKM lokal dapat bersaing di era digital tanpa meninggalkan akar budaya dan tradisi.

Observasi ini akan dijadikan bagian dari laporan mata kuliah Pengantar Bisnis dan Pemasaran, serta menjadi inspirasi konkret bagi mahasiswa dalam merancang dan membangun usaha berbasis potensi daerah.

” Kami jadi sadar bahwa membangun usaha bukan cuma soal jualan, tetapi soal nilai dan konsistensi nya juga”, ujar salah satu mahasiswa peserta kunjungan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGJ Cirebon terus berkomitmen mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), agar mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan praktik bisnis nyata di lapangan.

Disclaimer : Artikel ini merupakan kiriman dari penulisan untuk tugas kuliah. Redaksi tidak terkait dengan materi konten ini.

The post Mahasiswa FEB UGJ Cirebon Ungkap Taktik Digital Marketing dan Branding Etnik Batik Salma appeared first on About Cirebon.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *