Mahasiswa UGJ Teliti Kerja Tim dan Pelayanan Meraki Coffee Cirebon
Cirebon, – Sebanyak 10 orang mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) telah melakukan kunjungan dan observasi ke Meraki Coffee & Space pada Minggu (28/12/2025). Mahasiswa tersebut yaitu Pipit Putri Mayangsari, Adinda Fatimah , Nita Putri Novianti, Putri Amelia Maharani, Muhamad nurdemy putra, Akbar Nanda Pratamajaya, Shafa Indah Permatasari, Selma Annisabila, Nabila Nur T. S , Zalfa Ritma Ayu dengan dosen pembimbing Prof. Hj. Siti Khumayah, S.E., S.H., M.Si
Meraki Coffee & Space yang berlokasi di pusat Kota Cirebon menarik perhatian masyarakat sebagai kafe yang tidak hanya menyajikan kopi dan makanan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang nyaman dan fleksibel.
Konsep tersebut didukung oleh kerja tim yang solid serta sistem pelayanan yang terkoordinasi dengan baik. Meraki Coffee berfungsi sebagai meeting point bagi berbagai kalangan, mulai dari pekerja, mahasiswa, hingga komunitas. Suasana yang aman dan nyaman menjadi nilai utama yang ditawarkan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang berkumpul dan berdiskusi.
Meraki Coffee menerapkan pembagian kerja yang jelas antara kasir, barista, tim dapur, dan pelayan. Meski demikian, sistem kerja yang diterapkan tetap fleksibel. Saat kondisi kafe ramai, karyawan dari berbagai bagian saling membantu demi menjaga kelancaran pelayanan kepada pelanggan. Kerja sama tim menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan.
Sejauh mana karyawan menyampaikan atau menahan informasi yang berguna memiliki implikasi penting bagi efektivitas organisasi (Yue et al., 2022). Proses pelayanan dimulai dari kasir yang menerima pesanan, kemudian diteruskan kepada barista dan tim dapur sesuai dengan jenis pesanan. Setelah itu, pelayan mengantarkan pesanan sekaligus berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan mereka.
Untuk mendukung koordinasi kerja, Meraki Coffee mengandalkan komunikasi langsung dan penggunaan alat komunikasi seperti handy talky (HT), terutama saat kondisi kafe padat pengunjung. Sistem ini dinilai efektif dalam meminimalkan kesalahan dan mempercepat alur pelayanan.
Owner Meraki Coffee juga memiliki peran penting dalam membangun kekompakan tim. Selain bertindak sebagai pengambil keputusan, owner terlibat langsung dalam operasional dan menjadi teladan bagi karyawan. Pendekatan kepemimpinan yang terbuka dan kekeluargaan menciptakan suasana kerja yang kondusif serta memperkuat rasa tanggung jawab bersama. Budaya kerja yang diterapkan menekankan profesionalisme, disiplin, komunikasi terbuka, dan saling menghargai.
Menurut (Nazar & Haagensen, 2025) menekankan pentingnya peran keragaman budaya dalam membentuk komunikasi dan kolaborasi tim. Setiap perbedaan pendapat diselesaikan melalui musyawarah, sehingga konflik tidak berlarut dan tidak mengganggu kinerja tim. Melalui kerja tim yang solid dan pelayanan yang terstruktur, Meraki Coffee berhasil menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Pengunjung tidak hanya menikmati produk yang disajikan, tetapi juga suasana dan pelayanan yang ramah.
Hal ini membuktikan bahwa kerja sama tim memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan dan kenyamanan pelanggan, sekaligus menjadi faktor penting dalam keberlanjutan usaha kafe di tengah persaingan industri. (*)
Disclaimer Artikel ini merupakan kiriman dari penulisan untuk tugas kuliah. Redaksi tidak terkait dengan materi konten ini.














