Optimalisasi Blok Migas Blora, TIS Petroleum Fokuskan Produksi dan Dampak Sosial

Optimalisasi Blok Migas Blora, TIS Petroleum Fokuskan Produksi dan Dampak Sosial

Jakarta – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat langkah menuju kemandirian energi nasional. Salah satu strategi yang diusung adalah optimalisasi potensi migas nasional, termasuk melalui pengelolaan blok-blok migas eksisting.

Mendukung langkah ini, TIS Petroleum E&P Blora, sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang ditunjuk untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) Blora Onshore, Jawa Tengah sejak Oktober 2019, menyatakan komitmennya terhadap ketahanan energi nasional.

Sejak memulai produksi gas pada 2023, TIS Blora telah berhasil mengkomersialkan gas sebesar 7,3 MMscfd dengan kandungan CO₂ 68% (gross) pada tahap Early Production Facilities (EPF). Melalui teknologi membran, kandungan CO₂ dapat ditekan hingga di bawah 5%, sehingga gas siap jual mencapai 1,75 MMscfd. Selain itu, produksi kondensat mencapai 45 BBL/hari per April 2025.

Guna mendongkrak produksi, TIS Petroleum E&P Blora berencana membangun Central Processing Platform-Full Production Facility (CPP-FPF) dengan target produksi 30 MMscfd gas mentah dan 314 barel kondensat per hari, untuk memenuhi kebutuhan energi kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya.

Langkah strategis ini diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara TIS Petroleum E&P Blora dan PT Bayu Buana Gemilang (BBG) pada 20 Mei 2025 di ajang IPA Convex 2025 di ICE BSD City.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Plt. Dirjen Migas ESDM Tri Winarno, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan Kepala BPMA Nasri Djalal. Tri menyatakan bahwa kolaborasi antar pelaku energi ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong sektor hulu migas nasional.

Selain fokus pada produksi, TIS Petroleum E&P Blora turut mengedepankan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar melalui berbagai Program Pengembangan Masyarakat (PPM) seperti pelatihan keterampilan, pemberdayaan UMKM, peningkatan mutu pendidikan, dan kesehatan.

Perusahaan menegaskan bahwa keberhasilan operasi harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga lokal, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan keberlanjutan usaha.

Pengelolaan Blok Blora diperkuat oleh manajemen TIS Energy Group di bawah pimpinan Ivan T. Handojo selaku CEO, didampingi Colin Soh sebagai Deputy Managing Director. Dalam operasional lapangan, Monsicha Sasithron menjabat sebagai Director of Operations, sementara sisi keuangan ditangani oleh Annisa Saugi, eks Direktur Investment Bank J.P. Morgan dan Morgan Stanley, serta Alexis Faury sebagai Head of Corporate Finance.

“TIS Energy Group kini menjadi induk strategis yang memimpin seluruh aktivitas usaha, termasuk TIS Petroleum E&P Blora dan TIS Petroleum Asia. Kami fokus pada efisiensi, ekspansi regional, dan transisi energi yang berkelanjutan,” tegas Ivan.

Dengan visi jangka panjang dan dukungan manajemen yang berpengalaman, TIS Energy Group menargetkan menjadi pemain utama di sektor energi regional — bukan hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.**

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *