Wali Kota Cirebon, Coffee Fest 2026 Momentum Positif Rangkul Anak Muda
Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Satu Visi Mall UMKM Coffee Fest 2026 di Area Mall UKM Kota Cirebon, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Januari 2026.
Festival tersebut menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, antara lain talkshow literasi keuangan, bazar UMKM, workshop kopi, coffee showcasing, serta Cirebon Aeropress Competition 2026 yang diikuti peserta dari berbagai daerah.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan Coffee Fest 2026 diikuti oleh pelaku kopi dari sejumlah daerah, seperti Malang, Yogyakarta, Bandung, Subang, Karawang, hingga wilayah lainnya di Indonesia.
“Event ini juga menghadirkan juri-juri berkelas dunia. Kegiatan seperti ini sangat positif dan patut terus digelar,” ujar Edo, Rabu (21/1/2026).
Menurut Edo, tren anak muda saat ini telah bergeser ke aktivitas yang lebih positif, seperti berolahraga dan menikmati kopi bersama, dibandingkan menghabiskan waktu di tempat hiburan malam.
“Ini momentum penting bagi Pemerintah Kota Cirebon untuk merangkul anak-anak muda. Kita bisa ngopi bareng, berdiskusi, dan berkegiatan positif. Ini sangat luar biasa dan tentu bermanfaat bagi masyarakat Kota Cirebon,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan penyelenggaraan festival difasilitasi pemerintah daerah melalui skema kolaborasi tanpa menggunakan anggaran APBD.
“Kami memfasilitasi kegiatan ini tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui kerja sama dengan Kedai Kopi Satu Visi,” ungkap Iing.
Ia menambahkan, salah satu agenda utama dalam Coffee Fest 2026 adalah Cirebon Aeropress Competition 2026, yang mempertandingkan teknik meracik kopi manual dengan melibatkan 32 peserta dari berbagai daerah.
Menurutnya, partisipasi peserta lintas daerah menjadikan kompetisi ini berskala nasional. Ajang tersebut juga menghadirkan empat juri berpengalaman yang memiliki prestasi di kompetisi kopi internasional.
“Para juri tercatat pernah meraih gelar juara di ajang kompetisi kopi dunia di berbagai negara,” jelasnya.
Selain kompetisi, festival ini juga diisi dengan talkshow kopi yang membahas rantai industri kopi dari hulu hingga hilir. Pemerintah daerah turut memfasilitasi workshop brewing yang mencakup teknik meracik kopi, cupping, hingga public cupping.
Tak hanya itu, kegiatan literasi keuangan juga menjadi bagian penting dalam festival ini. Program tersebut diikuti oleh pelaku UMKM dan mahasiswa yang telah memiliki usaha, dengan tujuan meningkatkan pemahaman terhadap akses pembiayaan formal.
“Melalui fasilitasi festival ini, kami berharap pelaku kopi lokal dapat meningkatkan daya saing serta memperluas jejaring usaha hingga tingkat nasional,” pungkas Iing. (HSY)














