Panen Raya Serentak Lapas: 123 Ton Komoditas Siap Bantu Masyarakat Terdampak Bencana

Panen Raya Serentak Lapas: 123 Ton Komoditas Siap Bantu Masyarakat Terdampak Bencana

Cirebon,- Program ketahanan pangan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui panen raya serentak di seluruh Indonesia diarahkan untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok terdampak bencana.

Hal tersebut disampaikan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, saat meninjau panen ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Kamis (15/1/2026).

Menurut Agus, panen raya tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi potensi lapas dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat fungsi sosial pemasyarakatan.

“Panen ketahanan pangan ini dilaksanakan secara bersamaan oleh seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia, termasuk di Cirebon,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ketahanan pangan yang dikembangkan di lingkungan lapas mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan, yang seluruhnya dikelola oleh warga binaan dengan pendampingan petugas.

Hasil panen yang diperoleh, lanjut Agus, telah disepakati untuk disalurkan bagi kepentingan sosial, terutama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan korban bencana di berbagai daerah.

“Seluruh UPT yang ikut panen sudah menyatakan komitmen bahwa hasil panen akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial,” katanya.

Selain untuk bantuan sosial, Agus juga mendorong agar sebagian hasil panen dapat mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi anak-anak sekolah dan warga di sekitar lapas.

“Kami dorong sinergi dengan program MBG, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Terkait total produksi secara nasional, Agus menyampaikan proses pendataan masih berlangsung. Namun ia memastikan, baik hasil panen maupun pendapatan dari penjualannya akan dialokasikan sepenuhnya untuk kegiatan sosial.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pemasyarakatan dan keimigrasian untuk memperkuat kerja sama dengan masyarakat sekitar agar program ketahanan pangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda, sehingga koordinasi dengan masyarakat menjadi kunci agar program ini tepat guna,” ujarnya.

Agus menambahkan, selain memberikan dampak ekonomi daerah, tujuan utama program ketahanan pangan tetap berfokus pada pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian agar siap kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, Lapas Kelas I Cirebon berhasil memanen padi sebanyak 7 ton dari lahan seluas 13.740 meter persegi. Padi yang dipanen merupakan varietas Inpari 32. Selain itu, panen ikan nila juga dilakukan dengan total hasil mencapai satu ton dari kolam seluas 637 meter persegi.

Secara keseluruhan, Panen Raya Serentak Kemenimipas di tingkat nasional diperkirakan menghasilkan lebih dari 123 ribu kilogram komoditas dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *